- Timnas Portugal bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026.
- Joao Neves mencetak gol bagi Portugal, sementara Yoane Wissa mencetak gol sejarah pertama Kongo di Piala Dunia.
- Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol dan kini mencatatkan puasa gol terpanjang sepanjang karier internasionalnya di turnamen besar.
Suara.com - Timnas Portugal harus puas meraih satu poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026.
Hasil yang berlangsung di Houston Stadium tersebut menjadi sorotan karena Cristiano Ronaldo kembali gagal mencetak gol untuk Portugal.
Meski mencatat sejarah sebagai pemain outfield tertua yang menjadi starter di Piala Dunia, megabintang berusia 41 tahun itu justru menorehkan catatan kurang mengesankan.
Berdasarkan data Opta, Ronaldo kini telah melewati 10 pertandingan beruntun tanpa mencetak gol di turnamen besar bersama Timnas Portugal.
Catatan tersebut menjadi puasa gol terpanjang sepanjang karier internasionalnya, mencakup penampilan di putaran final Piala Dunia dan Euro.
Joao Neves Bersinar, Yoane Wissa Cetak Sejarah
Portugal sebenarnya mengawali pertandingan dengan sempurna.
Joao Neves membawa Selecao unggul cepat pada menit keenam melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Pedro Neto dari sisi kiri.
Gol tersebut membuat gelandang berusia 21 tahun itu menjadi pencetak gol termuda ketiga Portugal dalam sejarah Piala Dunia, hanya berada di belakang Cristiano Ronaldo dan Goncalo Ramos.
Namun, keunggulan Portugal sirna menjelang turun minum.
Pada menit kelima masa injury time babak pertama, Yoane Wissa berhasil menyamakan kedudukan sekaligus mencatat sejarah bagi Republik Demokratik Kongo.
Gol tersebut menjadi gol pertama DR Kongo di putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang selama 52 tahun sejak partisipasi mereka pada 1974 saat masih bernama Zaire.
Dominasi Portugal Berakhir Sia-sia
Sepanjang pertandingan, Portugal tampil dominan dalam penguasaan bola.
Tim asuhan Roberto Martinez mencatatkan 724 operan sukses, angka tertinggi yang pernah dibukukan Portugal dalam satu pertandingan Piala Dunia berdasarkan data Opta.
Vitinha turut mengukir rekor individu dengan membukukan 121 operan sukses.
Jumlah tersebut menjadi catatan operan terbanyak yang pernah dibuat seorang pemain Portugal dalam satu laga Piala Dunia.
Sayangnya, dominasi permainan itu tidak mampu diterjemahkan menjadi peluang berbahaya yang cukup untuk mengamankan kemenangan.
Portugal kesulitan membongkar pertahanan rapat DR Kongo yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Efektivitas Serangan Portugal Dipertanyakan
Meski unggul dalam penguasaan bola dan jumlah operan, Portugal justru kalah dalam statistik expected goals (xG).
Selecao hanya mencatat nilai xG sebesar 0,64, sementara DR Kongo menghasilkan xG 0,82.
Cristiano Ronaldo memiliki beberapa peluang, namun tidak ada yang mampu dikonversi menjadi gol.
Dua percobaan terbaik sang kapten hanya melebar dari sasaran dan gagal memberikan ancaman serius bagi gawang lawan.
Portugal sebenarnya sempat kembali unggul melalui Joao Cancelo.
Namun, gol tersebut dianulir karena sang bek lebih dulu berada dalam posisi offside.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan dan membuat Portugal kehilangan kesempatan meraih kemenangan penting di laga perdana.
DR Kongo Akhiri Penantian Panjang
Hasil ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Republik Demokratik Kongo.
Sebelum pertandingan melawan Portugal, mereka terakhir tampil di putaran final Piala Dunia pada 1974.
Dalam periode tersebut, DR Kongo sempat menelan catatan buruk dengan kebobolan 15 gol tanpa pernah mencetak satu gol pun di ajang Piala Dunia.
Gol Yoane Wissa akhirnya mengakhiri penantian panjang sekaligus memberikan satu poin berharga bagi tim asuhan Sebastien Desabre.
Sementara itu, Portugal harus segera menemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas serangan jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Performa Cristiano Ronaldo dan lini depan Portugal dipastikan akan menjadi sorotan utama menjelang pertandingan berikutnya.