- FAM resmi memutuskan kontrak pelatih Peter Cklamovski dan CEO Rob Friend per 1 Juni 2026 akibat kasus pemain naturalisasi.
- Pembersihan massal juga mencakup staf senior, pelatih tim U-23, serta pelatih kiper yang dilepas pada pertengahan Juni 2026.
- Keputusan ini menyebabkan krisis kepemimpinan tim nasional Malaysia menjelang persiapan krusial untuk mengikuti turnamen Piala AFF 2026 mendatang.
Suara.com - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi mengumumkan pemutusan kerja sama dengan jajaran manajemen dan tim pelatih tim nasional mereka, Peter Cklamovski.
Langkah drastis ini praktis membuat skuad Harimau Malaya kini berada dalam kondisi krisis karena tidak memiliki pelatih kepala resmi menjelang turnamen Piala AFF 2026.
Berdasarkan rilis resmi organisasi, FAM mengakhiri kontrak kerja Peter Cklamovski selaku pelatih kepala serta Rob Friend yang menjabat sebagai CEO Timnas Malaysia terhitung sejak tanggal 1 Juni 2026.
Cklamovski yang baru diangkat pada 16 Desember 2024 dan mulai bertugas pada 5 Januari 2025, sedianya diproyeksikan untuk memimpin Harimau Malaya bersaing di babak Kualifikasi Piala Asia 2027.
Juru taktik asal Australia tersebut sebelumnya datang untuk menggantikan posisi Pau Marti, yang mengemban tugas sebagai pelatih sementara sepanjang 2024 hingga 2025 pasca mundurnya Kim Pan-gon.
Sepanjang masa kepemimpinannya yang tergolong singkat, Cklamovski sebenarnya berhasil membukukan catatan yang cukup apik dengan mempersembahkan tujuh kali kemenangan dan sekali hasil imbang dari delapan pertandingan.
Namun, rapor manis tersebut harus ternoda akibat merebaknya kasus penggunaan pemain naturalisasi yang tidak sah secara regulasi.
Tidak berhenti pada pemecatan pelatih kepala dan CEO saja, FAM juga turut menyudahi kerja sama dengan jajaran staf senior mereka, Matthew Smith dan Seiya Imazaki, per tanggal 16 Juni 2026.
Selain itu, pelatih Timnas Malaysia U-23, Nafuzi Zain serta pelatih kiper, Mohd Yazid Mohd Yassin juga resmi dilepas dengan keputusan yang mulai efektif berlaku sejak 15 Juni 2026.
Pihak federasi menerangkan bahwa keputusan besar untuk melakukan pembersihan massal di tubuh tim nasional ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama dari kedua belah pihak.
Dalam pernyataan tertulisnya, FAM tetap melayangkan apresiasi mendalam atas dedikasi yang diberikan para ofisial selama masa pengabdian mereka.
"FAM menghormati keputusan yang dibuat dan menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua jasa, komitmen, dan kontribusi yang telah mereka berikan yang dilakukan sepanjang masa bakti mereka bersama tim nasional," tulis FAM dalam situs resmi.
Keputusan berani ini menempatkan Malaysia dalam situasi krusial dan tidak menguntungkan di tengah waktu persiapan yang sangat mepet sebelum sepak mula turnamen regional dimulai.
Pada gelaran Piala AFF 2026 nanti, Timnas Malaysia dipastikan harus memeras keringat di babak penyisihan setelah tergabung ke dalam grup yang cukup berat bersama raksasa Thailand, Filipina, Myanmar, serta Laos.