- Kiper Tanjung Verde, Vozinha, terpilih sebagai pemain terbaik setelah menahan imbang Spanyol pada Piala Dunia 2026 di Atlanta.
- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memberikan visa kepada ibu Vozinha agar bisa hadir menyaksikan anaknya bertanding langsung.
- Ibu Vozinha dijadwalkan hadir mendukung anaknya pada laga kedua melawan Uruguay di Stadion Miami hari Minggu mendatang.
Suara.com - Kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha, mengaku sangat bahagia karena ibunya akhirnya bisa hadir langsung menyaksikan dirinya berlaga di Piala Dunia 2026 setelah memperoleh visa untuk masuk ke Amerika Serikat.
Penjaga gawang berusia 40 tahun itu menjadi sorotan setelah tampil gemilang saat membantu Tanjung Verde menahan imbang juara Eropa, Spanyol, dengan skor 0-0 pada laga pembuka grup di Atlanta, Selasa (16/6/2026).
Berkat sejumlah penyelamatan penting yang dilakukannya, Vozinha terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan.
Namun di balik penampilan impresif tersebut, Vozinha tak kuasa menahan air mata seusai laga. Ia mengungkapkan bahwa kakek dan nenek yang membesarkannya telah meninggal dunia, sementara sang ibu, Ana Candida Evora, belum bisa hadir karena terkendala biaya dan proses pengurusan visa.
Setelah kisah emosionalnya viral, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat turun tangan dan memastikan bahwa Ana Candida Evora telah mendapatkan persetujuan visa untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
![Vozinha jadi pahlawan Cape Verde saat menahan imbang Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, sang ibu gagal hadir karena masalah visa Amerika Serikat. [Dok. FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/16/72419-vozinha-jadi-pahlawan-cape-verde.jpg)
Kini, sang ibu menuju Amerika Serikat dan dijadwalkan hadir di Stadion Miami saat Tanjung Verde menghadapi Uruguay pada pertandingan kedua fase grup, Minggu (21/6/2026).
"Bagi saya, ini sangat penting karena seluruh keluarga saya selalu mendukung saya dalam segala hal," kata Vozinha dilansir dari Tribal Football.
"Dan memiliki ibu saya di sini adalah sesuatu yang istimewa. Ayah saya juga ada di sini, begitu juga saudara laki-laki saya, jadi saya sangat bahagia. Saya berharap bisa membawa lebih banyak anggota keluarga, mungkin saudara-saudara dan keponakan saya, tetapi terkadang itu sulit," lanjutnya.
Kisah sang kiper juga membawa dampak besar di media sosial. Dengan bantuan liputan sebuah stasiun televisi Brasil, jumlah pengikut Instagram Vozinha melonjak drastis dari sekitar 50 ribu sebelum pertandingan menjadi 13,7 juta hanya dalam waktu dua hari.
Walau begitu, Vozinha memilih tetap fokus pada tugas utamanya bersama tim nasional menjelang laga penting menghadapi Uruguay.
"Kami berada di sini karena sepak bola. Kami berada di sini karena tim nasional dan karena Piala Dunia. Jadi saya sangat bersyukur atas semuanya, tetapi tolong mari kita berbicara tentang sepak bola," ujar Vozinha.
Tanjung Verde akan berusaha melanjutkan kejutan mereka di Grup H saat menghadapi Uruguay, setelah sukses mencuri satu poin dari Spanyol pada pertandingan pembuka.
