-
Klub Super League wajib menyertakan minimal satu pelatih lokal di jajaran staf teknis utama.
-
Aturan pelatih lokal tidak berlaku bagi klub yang menggunakan pelatih kepala asli Indonesia.
-
Standar kelayakan pelatih tidak berubah dan tetap mewajibkan kepemilikan lisensi setara AFC Pro.
Suara.com - I.League resmi menyiapkan aturan baru yang berpotensi mengubah wajah kompetisi Super League musim 2026/2027. Seluruh klub peserta kini diwajibkan melibatkan pelatih lokal Indonesia dalam jajaran staf kepelatihan teknis mereka.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan peran dan kualitas pelatih lokal di level tertinggi sepak bola nasional.
Dengan aturan baru ini, klub-klub tidak lagi bisa mengandalkan staf teknis yang sepenuhnya diisi oleh pelatih asing.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa keberadaan pelatih lokal menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi setiap peserta Super League musim depan.
"Ada satu catatan yang kami sampaikan kepada seluruh klub Super League, yaitu dalam struktur kepelatihan teknis harus terdapat unsur pelatih lokal," ungkap Asep kepada awak media.
"Artinya, jika pelatih kepala berasal dari luar negeri, maka setidaknya salah satu asisten pelatih harus merupakan pelatih lokal," sambungnya.
![Cek update Klasemen Super League usai laga tunda pekan 21. Persib Bandung nyaman di pucuk, jaga jarak aman dari kejaran ketat Borneo FC dan Persija Jakarta. [Dok. Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/16/33850-klasemen-super-league-persija-jakarta.jpg)
Aturan ini secara langsung menyasar klub-klub yang menggunakan pelatih kepala asing. Dalam skema tersebut, minimal harus ada satu pelatih Indonesia yang menempati posisi asisten pelatih utama dalam struktur kepelatihan.
Asep menegaskan bahwa kewajiban tersebut tidak bisa disiasati dengan menempatkan pelatih lokal di posisi lain seperti pelatih fisik atau pelatih kiper.
Kehadiran pelatih lokal harus berada di jajaran teknis utama yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan tim.
"Apabila sebuah tim memiliki pelatih kepala asing dan dua asisten pelatih asing, sementara tidak ada pelatih lokal dalam jajaran kepelatihan teknis, maka kondisi tersebut tidak memenuhi ketentuan," terangnya.
Menariknya, aturan tersebut tidak berlaku bagi klub yang menunjuk pelatih kepala asal Indonesia.
Dalam kondisi itu, klub diperbolehkan mengisi seluruh posisi asisten pelatih dengan tenaga asing apabila dianggap diperlukan.
Kebijakan baru ini dipandang sebagai upaya I.League untuk membuka lebih banyak ruang bagi pelatih lokal agar mendapatkan pengalaman dan transfer ilmu dari pelatih-pelatih mancanegara yang bekerja di Indonesia.
Sementara itu, terkait persyaratan lisensi kepelatihan, I.League memastikan tidak ada perubahan dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Seluruh pelatih yang bertugas di Super League tetap harus memenuhi standar lisensi yang telah ditetapkan.
"Standarnya tetap sama, yakni harus memiliki lisensi AFC Pro atau yang setara," pungkasnya.
