- Timnas Norwegia berhasil lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Senegal 3-2 di New York.
- Erling Haaland mencetak dua gol krusial berkat dukungan Martin Odegaard, memastikan rekor produktivitas gol bagi timnas Norwegia.
- Dominasi penguasaan bola oleh Senegal tidak membuahkan hasil karena efektivitas serangan balik Norwegia yang tampil sangat tajam.
Suara.com - Timnas Norwegia sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan perlawanan sengit Timnas Senegal dengan skor 3-2 dalam laga dramatis di New York New Jersey Stadium.
Erling Haaland kembali menjadi sorotan usai mencetak dua gol. Penyerang Manchester City itu menjadi pemain kedua dalam 50 tahun terakhir yang mampu membukukan minimal dua gol pada masing-masing dari dua laga perdana Piala Dunia, menyamai pencapaian Harry Kane pada edisi 2018.
Berdasarkan data Opta, Haaland kini telah mencetak gol dalam 12 pertandingan kompetitif beruntun bersama Timnas Norwegia dengan torehan 22 gol sejak November 2024.
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Pasukan Stale Solbakken harus bertahan dari tekanan Ismaila Sarr dan kolega hingga menit-menit akhir pertandingan.
Hasil tersebut membuat Norwegia kini bersaing ketat dengan Prancis untuk memperebutkan status juara grup pada laga terakhir fase grup.
Koneksi Maut Haaland dan Martin Odegaard
![Erling Haaland mencetak brace saat Norwegia mengalahkan Senegal 3-2 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Ia juga menyamai rekor Harry Kane. [FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/23/54784-erling-haaland.jpg)
Ketajaman Erling Haaland kembali terlihat berkat dukungan Martin Odegaard yang menyumbang umpan terobosan dalam proses gol keduanya.
Kapten Timnas Norwegia itu kini telah mengoleksi sembilan assist untuk Haaland di level internasional, jumlah terbanyak yang pernah diberikan seorang pemain Norwegia kepada rekan setimnya di tim nasional.
Tambahan dua gol membuat Haaland kini mengoleksi empat gol di Piala Dunia 2026. Ia sejajar dengan Kylian Mbappe dan hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara.
Tak hanya itu, Haaland juga menjadi pemain Norwegia pertama yang mampu mencetak gol dalam dua pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Menariknya, meski pernah mencapai babak 16 besar pada Piala Dunia 1998, Norwegia baru pada edisi 2026 ini mampu selalu unggul saat jeda dalam dua pertandingan pembuka mereka.
Sejarah Unik Marcus Pedersen
Gol pembuka Norwegia lahir melalui Marcus Pedersen yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-13 menggantikan Julian Ryerson yang mengalami cedera.
Pedersen memanfaatkan kesalahan sapuan Kalidou Koulibaly sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Edouard Mendy.
Gol tersebut membuat Pedersen menjadi pemain pengganti keenam dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak gol pada babak pertama pertandingan.
Ia mengikuti jejak Denis Cheryshev yang mencatatkan prestasi serupa bersama Rusia saat menghadapi Arab Saudi pada Piala Dunia 2018.
Kontribusi instan Pedersen menunjukkan kedalaman skuad Singa Nordik yang tetap mampu tampil efektif meski kehilangan pemain inti sejak awal laga.
Rekor Penguasaan Bola yang Berakhir Pahit bagi Senegal
Di sisi lain, kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Timnas Senegal yang sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola.
Tim asuhan Pape Thiaw mencatatkan 58,3 persen penguasaan bola, angka tertinggi yang pernah mereka raih sepanjang sejarah partisipasi di Piala Dunia.
Ismaila Sarr menjadi pemain terbaik Senegal dengan mencetak dua gol yang sempat menghidupkan harapan timnya untuk meraih poin.
Torehan tersebut menjadikan Sarr sebagai pemain Senegal ketiga yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia setelah Henri Camara dan Papa Bouba Diop pada edisi 2002.
Namun, efektivitas serangan balik Norwegia menjadi pembeda. Ketidakmampuan lini belakang Senegal mengantisipasi transisi cepat lawan membuat dominasi penguasaan bola mereka berakhir tanpa hasil.
Timnas Norwegia Kirim Sinyal Bahaya
Kembalinya Timnas Norwegia ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun menghadirkan warna baru dalam persaingan sepak bola internasional.
Generasi emas yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Odegaard menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Konsistensi Haaland yang telah mencetak gol dalam 18 dari 21 pertandingan kompetitif terakhirnya menjadi ancaman serius bagi lawan-lawan Norwegia di fase gugur.
Sementara itu, Senegal berada dalam posisi sulit dan wajib meraih kemenangan atas Irak pada laga terakhir untuk menjaga peluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Perhatian publik kini tertuju pada duel penentuan juara grup antara Norwegia dan Prancis yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup Piala Dunia 2026.
