- Timnas Portugal mengalahkan Uzbekistan di Piala Dunia 2026 berkat strategi bola mati yang dirancang oleh Austin MacPhee.
- MacPhee merupakan spesialis bola mati asal Skotlandia yang direkrut federasi Portugal sejak Februari tahun lalu untuk meningkatkan performa.
- Pengalaman MacPhee di Aston Villa dan tim internasional terbukti efektif menciptakan peluang gol melalui skema terorganisir di lapangan.
Suara.com - Kemenangan telak Timnas Portugal atas Uzbekistan di Piala Dunia 2026 tak hanya soal skor.
Di balik pesta gol yang menampilkan dua gol dari Cristiano Ronaldo, satu dari Nuno Mendes, serta satu gol bunuh diri Abduvohid Nematov, perhatian justru tertuju pada skema bola mati yang mematikan.
Sosok kunci di balik strategi tersebut adalah Austin MacPhee.
Pria asal Skotlandia berusia 46 tahun itu merupakan spesialis bola mati yang kini menjadi bagian penting dalam staf kepelatihan Portugal.
MacPhee direkrut federasi Portugal pada Februari tahun lalu untuk menggantikan Anthony Barry.
MacPhee menjalani peran ganda dengan tetap bekerja di klub Inggris, Aston Villa, sambil menangani strategi bola mati di Portugal.
![Sosok di Balik Bola Mati Portugal: 'Thor' dari Skotlandia Spesialis yang Bikin Lawan Kewalahan [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/24/13274-austin-macphee.jpg)
Karier MacPhee terbilang penuh pengalaman unik.
Ia pernah menjadi bagian penting saat Irlandia Utara lolos ke Euro 2016, serta membantu klub Denmark, Midtjylland, dikenal sebagai tim dengan keunggulan bola mati.
Namun, pencapaian paling mencoloknya datang bersama Aston Villa.
MacPhee turut membawa klub tersebut menjuarai UEFA Europa League, termasuk melalui gol bola mati di final melawan Freiburg.
Kontribusinya mendapat pengakuan luas. Pelatih Unai Emery menyebutnya sebagai pencipta yang fantastis.
Sementara penyerang Ollie Watkins memuji keberaniannya, dan kapten tim John McGinn menyebutnya pelatih bola mati yang hebat.
Di Piala Dunia 2026, sentuhan MacPhee mulai terlihat jelas. Meski tak semua skema berbuah gol, Portugal tetap mendapat keuntungan, termasuk satu gol bunuh diri dari bek Uzbekistan, Abdukodir Khusanov, hasil dari situasi bola mati yang terorganisir.
