- Ismael Saibari mencetak sejarah sebagai pemain Afrika pertama yang mencetak gol di seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia 2026.
- Timnas Maroko sukses mengalahkan Haiti 4-2 dan resmi menjadi negara Afrika dengan koleksi gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
- Kemenangan di Atlanta mengantarkan Maroko lolos ke babak 32 besar Piala Dunia sebagai runner-up Grup C di bawah Brasil.
Suara.com - Ismael Saibari kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol dalam kemenangan 4-2 Timnas Maroko atas Haiti pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026.
Gol tersebut tidak hanya membantu Singa Atlas meraih tiga poin penting, tetapi juga mengantarkan sang pemain mencatat sejarah baru bagi sepak bola Afrika.
Gelandang serang berusia 24 tahun itu resmi menjadi pemain Afrika pertama yang mampu mencetak gol dalam seluruh pertandingan fase grup pada satu edisi Piala Dunia.
Catatan impresif tersebut membuat Saibari melampaui sejumlah nama besar seperti Mohamed Salah dan Sadio Mane yang belum pernah menorehkan pencapaian serupa.
Tak hanya itu, Saibari juga tercatat sebagai pemain Maroko pertama yang berhasil mengoleksi tiga gol dalam satu edisi putaran final Piala Dunia.
Maroko Pecahkan Rekor Gol Afrika
![Ismael Saibari (kedua dari kanan) mencetak gol dalam 70 detik saat Maroko mengalahkan Skotlandia 1-0 di Piala Dunia 2026. Simak deretan rekor yang tercipta. [Dok. IG equipedumaroc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/20/76710-ismael-saibari-maroko.jpg)
Kemenangan atas Haiti turut menghadirkan pencapaian bersejarah lainnya bagi Timnas Maroko.
Berdasarkan data Opta Analyst, Singa Atlas kini menjadi negara Afrika dengan koleksi gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Total 26 gol yang telah dicetak Maroko membuat mereka melampaui Nigeria yang sebelumnya memegang rekor dengan 23 gol.
Empat gol ke gawang Haiti juga menjadi jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak Maroko dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Dominasi mereka terlihat jelas sepanjang laga dengan penguasaan bola mencapai 69 persen, angka tertinggi yang pernah dicatatkan Maroko di ajang tersebut.
Drama Enam Gol Warnai Laga di Atlanta
Meski tampil dominan, Maroko justru dikejutkan oleh gol bunuh diri Yassine Bounou pada menit ke-10 yang membuat Haiti unggul lebih dulu.
Gol tersebut bermula dari kerja sama Jean-Kevin Duverne dan Lenny Joseph yang berujung pada situasi sulit bagi penjaga gawang Maroko.
Achraf Hakimi kemudian menyamakan kedudukan menjelang turun minum setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang Haiti.
Namun, pertandingan kembali memanas ketika Wilson Isidor mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti untuk membawa Haiti unggul 2-1.
Tidak lama berselang, Ismael Saibari mencetak gol penyeimbang pada masa injury time babak pertama. Gol tersebut sekaligus memastikan dirinya menorehkan rekor bersejarah di Piala Dunia 2026.
Hakimi Bersinar, Pemain Cadangan Jadi Pembeda
Selain Saibari, Achraf Hakimi juga tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
Bek sayap Paris Saint-Germain itu mencatatkan 104 sentuhan bola dan menciptakan tujuh peluang bagi rekan-rekannya.
Berkat performa tersebut, Hakimi kini menjadi pemain Maroko dengan jumlah kreasi peluang terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni 22 peluang.
Maroko akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Soufiane Rahimi pada menit ke-78 dan Gessime Yassine di penghujung pertandingan.
Masuknya para pemain pengganti terbukti menjadi keputusan tepat dari pelatih Walid Regragui.
Mereka berhasil menambah energi dan membongkar pertahanan Haiti yang sempat memberikan perlawanan sengit.
Secara statistik, kemenangan Maroko memang layak terjadi. Nilai expected goals (xG) mereka mencapai 3,26, jauh di atas Haiti yang hanya mencatatkan 0,66.
Lolos ke Babak Gugur, Berpotensi Hadapi Belanda
Meski meraih kemenangan meyakinkan dan mengoleksi tujuh poin, Maroko harus puas finis sebagai runner-up Grup C.
Pada saat yang sama, Brasil berhasil mengalahkan Skotlandia dan mengamankan posisi puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol.
Dengan hasil tersebut, Maroko melangkah ke babak 32 besar dan berpotensi menghadapi juara Grup F yang hingga kini masih dipimpin Belanda.
Performa impresif Ismael Saibari menjadi modal berharga bagi Singa Atlas untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Publik kini menanti apakah ketajaman sang gelandang dapat terus berlanjut dan membawa Maroko melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Jika mampu menjaga konsistensinya, Saibari berpeluang menambah catatan sejarah sekaligus memperkuat status Maroko sebagai kekuatan baru sepak bola Afrika di level dunia.
