- Timnas Kanada melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Afrika Selatan 1-0 di Amerika Serikat.
- Gol Stephen Eustaquio pada menit ke-90+2 memastikan langkah bersejarah bagi Kanada dalam turnamen sepak bola dunia tersebut.
- Skuad asuhan Jesse Marsch kini bersiap menghadapi Belanda atau Maroko untuk memperebutkan tiket menuju babak perempat final.
Suara.com - Timnas Kanada terus mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Les Rouges sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar usai menyingkirkan Afrika Selatan dengan kemenangan dramatis 1-0 pada babak 32 besar yang berlangsung di Los Angeles Stadium, Amerika Serikat, Senin (29/6/2026).
Gol semata wayang Stephen Eustaquio pada menit ke-90+2 memastikan Kanada melangkah lebih jauh sekaligus mengukir salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Sesaat setelah pertandingan berakhir, pelatih Jesse Marsch mengumpulkan seluruh pemain di tepi lapangan.
Momen emosional itu viral di media sosial setelah mantan pelatih Leeds United tersebut memberikan pidato singkat kepada skuadnya.
"Kalian adalah pahlawan Kanada," katanya usai laga.
Menurut Marsch, para pemain layak mendapat apresiasi karena telah membawa sepak bola Kanada ke level yang lebih tinggi.
"Saya hanya ingin menyampaikan kepada mereka (pemain), betapa pentingnya momen ini bagi olahraga Kanada,” kata Jesse Marsch kepada wartawan usai pertandingan.
Marsch juga menepis anggapan bahwa pidatonya di atas lapangan hanya untuk menarik perhatian publik atau kamera televisi.
"Ada orang yang mengatakan bahwa pertemuan di lapangan itu hanya sandiwara. Terus terang, saya tidak peduli apa yang orang katakan. Yang saya pedulikan hanyalah tim kami sendiri dan apa yang kami lakukan bersama,” kata Jesse Marsch.
Keberhasilan melangkah ke babak 16 besar menjadi tonggak bersejarah bagi Kanada.
Negara yang lebih dikenal sebagai kekuatan dunia dalam olahraga hoki es itu baru tiga kali tampil di putaran final Piala Dunia, yakni pada edisi 1986, 2022, dan 2026.
Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Kanada memang lolos otomatis ke putaran final.
Namun, Jonathan David dan kolega mampu membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan tim yang sanggup bersaing dengan negara-negara elite sepak bola dunia.
Kanada mengakhiri fase grup sebagai runner-up Grup B setelah menelan kekalahan dari Swiss pada laga terakhir.
Hasil itu membuat mereka harus melanjutkan perjuangan di Amerika Serikat dan tidak lagi bermain di hadapan publik sendiri.
Meski demikian, Marsch menilai para pemainnya mampu mengubah kekecewaan menjadi motivasi untuk terus melangkah.
"Kami kecewa harus meninggalkan Kanada, mengingat kemeriahan dan semangat di sekitar Piala Dunia dan tim kami. Tetapi para pemain dengan cepat fokus kembali dan tahu bahwa ini adalah kesempatan besar,” kata Jesse Marsch.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga menilai atmosfer pertandingan di Amerika Serikat tetap memberikan keuntungan karena banyak suporter Kanada yang hadir langsung memberikan dukungan.
Saat menghadapi Afrika Selatan, ribuan pendukung berbaju merah memenuhi tribun Los Angeles Stadium dan menjadi energi tambahan hingga timnya mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Kini, Kanada bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat di babak 16 besar.
Les Rouges akan bertemu pemenang laga Belanda kontra Maroko untuk memperebutkan satu tiket menuju perempat final.
Marsch mengakui siapa pun lawannya nanti akan menjadi ujian berat. Belanda merupakan salah satu kekuatan tradisional Eropa, sementara Maroko datang dengan reputasi sebagai semifinalis Piala Dunia 2022.
Meski demikian, ia tetap percaya timnya mampu kembali menciptakan kejutan.
"Saya merasa ini seperti kesempatan emas, dan kami akan memanfaatkannya dan melakukan segala yang kami bisa untuk melihat apakah kami dapat menemukan cara untuk meraih kemenangan,” pungkasnya.
