- Gelandang Kaishu Sano mencetak gol kemenangan bagi Jepang saat menghadapi Brasil dalam Piala Dunia 2026 di Houston.
- Sano pernah tersangkut kasus hukum dugaan pelecehan seksual di Tokyo pada tahun 2024 yang sempat menyita perhatian publik.
- Kasus hukum Sano dihentikan tanpa vonis pengadilan, sehingga pelatih Hajime Moriyasu kembali memanggilnya ke dalam timnas Jepang.
Suara.com - Gelandang Jepang Kaishu Sano sukses merobek gawang Brasil pada babak pertama laga 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) dinihari WIB.
Gol spektakuler Kaishu Sano di menit ke-28 menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Houston.
Namun di balik performa gemilangnya, Sano pernah terseret kasus hukum serius pada 2024.
Sano sempat ditahan lebih dari dua pekan setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di sebuah hotel di Tokyo.
Kasus tersebut juga melibatkan dua rekannya dan berujung pada proses hukum yang akhirnya dihentikan tanpa adanya vonis pengadilan.
Saat kasus itu mencuat, Sano sempat menyampaikan permintaan maaf.
![Jepang Kejutkan Brasil! Gol Indah Kaishu Sano Bawa Samurai Biru Unggul [@HQpcrt]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/35176-kashu-sano.jpg)
“Saya meminta maaf kepada korban atas tindakan saya yang telah menimbulkan masalah besar,” ujarnya dalam pernyataan resmi kala itu.
Meski sempat menjadi kontroversi, pelatih Jepang Hajime Moriyasu tetap memberikan kesempatan kedua kepada Sano.
Ia menilai sang pemain telah melakukan refleksi mendalam atas perbuatannya.
“Apakah seseorang harus dikeluarkan dari sepak bola dan masyarakat karena satu kesalahan?” kata Moriyasu, membela keputusannya memanggil kembali sang gelandang.
Kasus Kriminal Kaishu Sano
Kaishu Sano pada Juli tahun lalu tersandung masalah kriminal.
Kasus kriminal yang menjeratnya bukan hal sepele. Ia jadi pelaku penyerangan seksual.
Sano seperti dilansir Suara.com dari NHK, Sabtu (24/5) merupakan pelaku penyerangan seksual terhadap seorang wanita.
Kasus Sano ini terjadi pada Juli tahun lalu. Sano bahkan sempat ditangkap pihak kepolisian Jepang atas kasus tersebut.
Laporan media lokal menyebutkan bahwa Sano melakukan penyerangan seksual terhadap seorang wanita di hotel yang berlokasi di Tokyo, Jepang.
Namun, kantor kejaksaan umum distrik Tokyo memutuskan untuk tidak meneruskan kasus tersebut ke meja hijau.
Tak hanya Sano, pemain Jepang lainnya, Junya Ito, juga sempat menghadapi tuduhan serupa pada 2024.
Namun, kasus tersebut juga dihentikan setelah melalui proses hukum tanpa keputusan bersalah.
