Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 30 Juni 2026 | 12:52 WIB
Hajime Moriyasu Menilai Jarak Kualitas Jepang dan Brasil Kini Semakin Menipis
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu tetap incar kemenangan lawan timnas Indonesia. (Instagram/@1hajimem)
baca 10 detik
  • Jepang tersingkir tragis dari Piala Dunia setelah kalah tipis 1-2 akibat gol telat Brasil.

  • Pelatih Hajime Moriyasu menegaskan jarak kualitas antara Jepang dan tim elite dunia kini makin sempit.

  • Pendukung di Tokyo tetap bangga dan merasa terinspirasi oleh daya juang skuat Samurai Biru.

Suara.com - Timnas Jepang membuktikan bahwa jurang pemisah kualitas mereka dengan raksasa sepak bola dunia kini hampir sirna. Kendati harus angkat koper secara dramatis, performa militan di lapangan menunjukkan kesiapan mereka menembus dominasi elite global.

Langkah berani skuat Samurai Biru terhenti secara tragis setelah kalah tipis 1-2 dari pemilik 5 gelar juara dunia, Brasil. Kekalahan menyakitkan ini sekaligus memperpanjang rasa penasaran mereka untuk memecahkan kutukan di babak gugur.

Asa besar sempat membubung tinggi ketika mereka berhasil memimpin jalannya pertandingan terlebih dahulu. Namun, keunggulan tersebut sirna akibat gol penentu di masa kritis perpanjangan waktu babak kedua.

Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu dan para pemain Samurai Blue berterima kasih kepada para pendukung setelah kalah dari Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu dan para pemain Samurai Blue berterima kasih kepada para pendukung setelah kalah dari Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

"Kami tidak dapat mencapai tujuan kami kali ini tetapi kemudian kami dapat membidik Piala Dunia berikutnya atau bahkan mungkin setelah itu," ujar pelatih Jepang, Hajime Moriyasu melalui seorang penerjemah, dikutip dari ESPN, Selasa (30/6/2026).

"Kami harus bekerja menuju tujuan itu, yang memang telah kami lakukan," ucapnya menambahkan.

Kegagalan beruntun di fase krusial ini memicu gelombang evaluasi mendalam bagi masa depan sepak bola Negeri Sakura. Sang arsitek tim menilai anak asuhnya kini berada di jalur yang tepat untuk membuat sejarah baru.

"Saya rasa sejarah tidak akan ramah kepada kita," kata Moriyasu.

"Tetapi jika kita ingin mengatasi hari ini, mungkin kita akan melihat waktu di mana sejarah akan berubah," tuturnya optimistis.

Kepercayaan diri sang pelatih bukan tanpa alasan kuat melihat jalannya pertandingan yang berlangsung sangat ketat. Kaishu Sano sempat menyalakan harapan lewat gol pembuka yang mengejutkan lini pertahanan tim Samba pada menit ke-29.

baca juga

Kendati demikian, Brasil merespons melalui sundulan Casemiro di menit ke-56 sebelum Gabriel Martinelli mengunci kemenangan di menit-menit akhir laga. Penjaga gawang Zion Suzuki sejatinya tampil impresif sepanjang laga dengan mencatatkan total empat penyelamatan gemilang.

"Kesenjangan di antara kami menyempit sekarang," tegas Moriyasu pascapertandingan.

Peningkatan performa yang konstan membuat Jepang kini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh negara-negara tradisional sepak bola. Jarak taktik dan ketahanan fisik mereka terbukti mampu mengimbangi tekanan dari tim peringkat atas.

"Brasil adalah tim papan atas dan kami pasti mendekati level itu," tutur pelatih berusia 57 tahun tersebut.

Ia kemudian menyinggung hasil minor di Qatar empat tahun lalu sebelum menambahkan kalimat penutup.

Moriyasu juga mengungkapkan pesan menyentuh yang ia sampaikan langsung kepada para pemainnya di dalam ruang ganti. Dirinya meminta seluruh anggota tim mengunci rasa kecewa malam itu sebagai bahan bakar pertumbuhan mental mereka.

"Untuk memenangkan gelar adalah impian dan tujuan kami dan kami tidak dapat mencapainya," akunya berjiwa besar.

"Sebagai kepala pelatih, saya memberi tahu mereka bahwa saya sangat menyesal karena saya tidak cukup baik untuk memimpin mereka ke tingkat itu untuk mencapai tujuan tersebut," sesalnya sembari pasang badan.

Meski laga berakhir pukul empat pagi waktu setempat, ribuan pendukung setia tetap memadati area nonton bareng di sekitar Tokyo Tower. Atmosfer kebanggaan tetap menyelimuti ruang publik seiring apresiasi tinggi atas perjuangan tanpa lelah para pemain.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain, yang tidak pernah menyerah sesulit apa pun situasinya," kata salah satu fans, Miyu Hashiguchi dalam bahasa Jepang.

"Mereka mendorong saya untuk berani mengambil tantangan dalam hidup," lanjutnya penuh emosi.

Sikap pantang menyerah menghadapi tim bertabur bintang juga memicu optimisme besar di kalangan generasi muda Jepang. Keberanian menekan sejak awal laga menjadi indikator kuat kemajuan mentalitas bertanding mereka.

"Ini sangat berarti bagi Jepang," ujar Ryutaro Mori, seorang mahasiswa berusia 20 tahun.

"Bahwa bahkan melawan tim dengan peringkat lebih tinggi, kami mencetak gol pertama," tandasnya bangga.

Kekalahan menyakitkan dari Brasil ini memperpanjang catatan kelam Jepang yang selalu kandas setelah unggul lebih dulu di babak gugur. Dari total 15 pertemuan sepanjang sejarah melawan Brasil, Jepang tercatat baru mampu mengemas satu kemenangan saja.

Empat tahun lalu di Qatar, langkah menjanjikan Jepang juga harus kandas di babak 16 besar lewat drama adu penalti melawan Kroasia. Memori serupa terjadi pada tahun 2018 di Rusia saat mereka sempat unggul 2-0 atas Belgia sebelum akhirnya takluk 2-3 akibat gol di detik-detik akhir pertandingan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan

Martinelli: Kami Percaya Diri karena Carlo Ancelotti Bersikap Tenang di Pinggir Lapangan

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:34 WIB

Tersingkir Dramatis, Moriyasu Sebut Jepang Makin Dekati Level Brasil

Tersingkir Dramatis, Moriyasu Sebut Jepang Makin Dekati Level Brasil

Bola | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:05 WIB

Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?

Jepang Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Wakil Asia 'Kehilangan Muka'?

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:16 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×