- Gelombang panas ekstrem diprediksi melanda wilayah Amerika Serikat saat fase 32 besar Piala Dunia 2026 berlangsung.
- Suhu di kota tuan rumah seperti Boston dan Philadelphia diperkirakan mencapai 38°C hingga melampaui 43°C.
- Kondisi cuaca berbahaya tersebut mengancam kesehatan para pemain serta kelancaran pertandingan di sejumlah stadion besar.
Suara.com - Fase krusial Piala Dunia 2026 terancam berlangsung di bawah cuaca ekstrem.
Gelombang panas diprediksi melanda wilayah Pantai Timur dan Midwest Amerika Serikat, bertepatan dengan laga 32 besar Piala Dunia 2026.
Berdasarkan prakiraan cuaca, suhu di sejumlah kota tuan rumah bisa mencapai 38°C dengan suhu terasa melampaui 43°C.
Kondisi ini diperkirakan terjadi antara pertengahan pekan hingga akhir pekan, saat pertandingan 32 besar hingga 16 besar digelar.
Sejumlah kota besar seperti Boston, Philadelphia, dan Kansas City masuk dalam wilayah terdampak.
Meteorolog Geoff Cornish menyebut fenomena ini sebagai gelombang panas yang tidak terjadi setiap tahun.
“Ini adalah gelombang panas intens, seperti yang tidak kita lihat setiap tahun,” ujar Cornish dikutip dari TycSport.

Ia memperingatkan dampak serius terhadap pemain dan jalannya pertandingan.
National Weather Service (NWS) juga mengeluarkan peringatan resmi terkait risiko kesehatan.
NWS menegaskan bahwa suhu ekstrem dapat berbahaya, terutama bagi mereka yang tidak memiliki perlindungan dan hidrasi yang cukup.
“Panas ini bisa berakibat fatal bagi mereka yang tidak memiliki pendinginan dan cairan yang memadai,” tulis NWS dalam peringatannya.
Tim Timnas Prancis menjadi salah satu yang berpotensi terdampak langsung.
Kylian Mbappe dkk dijadwalkan menghadapi Timnas Swedia di MetLife Stadium dengan suhu sekitar 31°C saat kickoff, Selasa (1/7/2026) waktu setempat.
Jika lolos, Prancis kemungkinan kembali bermain dalam kondisi lebih panas saat menghadapi Timnas Paraguay di Philadelphia.
Laga tersebut diprediksi berlangsung dengan suhu mendekati 37°C.
