- Timnas Spanyol melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Austria 3-0 di Stadion Los Angeles.
- Kemenangan tersebut membuktikan kembalinya ritme permainan menyerang Spanyol yang kini tak terkalahkan dalam 34 pertandingan internasional terakhir.
- Spanyol akan menghadapi Portugal di babak 16 besar dengan misi membalas kekalahan pada final UEFA Nations League lalu.
Suara.com - Timnas Spanyol melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Austria 3-0.
Kemenangan meyakinkan di Stadion Los Angeles itu menjadi jawaban atas keraguan publik terhadap kapasitas tim asuhan Luis de la Fuente pada awal turnamen.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa juara Euro 2024 itu telah kembali menemukan ritme permainan menyerang yang menjadi identitas mereka.
Tantangan berikutnya sudah menanti. La Furia Roja akan menjalani duel klasik penuh gengsi melawan Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
Laga babak 16 besar ini diprediksi berlangsung sengit karena dibumbui misi balas dendam setelah Spanyol kalah dari Portugal melalui adu penalti pada final UEFA Nations League tahun lalu.
Rekor Mentereng Jadi Modal Spanyol

Kekalahan di final Nations League menjadi satu-satunya noda dalam catatan impresif Spanyol yang kini tak terkalahkan dalam 34 pertandingan internasional.
Kepercayaan diri skuad semakin meningkat setelah sejumlah pemain kunci, seperti Lamine Yamal dan Nico Williams, kembali berada dalam kondisi terbaik.
Pulihnya Lamine Yamal turut menghidupkan kembali ketajaman lini serang Spanyol yang sempat kesulitan saat ditahan imbang Tanjung Verde.
Dominasi La Furia Roja terlihat jelas ketika menghadapi Austria. Mereka sukses meredam seluruh serangan lawan hingga tak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Media-media Spanyol pun menyambut kebangkitan tim nasional mereka dengan optimisme tinggi.
"Juara telah kembali dan Spanyol yang dijanjikan telah tiba," tulis harian AS.
Duel Panas Lawan Portugal
Sementara itu, harian Marca menyebut kemenangan atas Austria sebagai pertunjukan sepak bola berkualitas tinggi.
"Itu adalah showtime di Los Angeles," tulis Marca.
Spanyol kini mengusung ambisi mengulang kesuksesan saat menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Pertandingan melawan Portugal bukan hanya memperebutkan tiket ke perempat final, tetapi juga mempertaruhkan gengsi dua raksasa sepak bola Semenanjung Iberia.
Luis de la Fuente berharap anak asuhnya mampu mempertahankan konsistensi permainan agar tidak kembali terpeleset di fase gugur.
Publik sepak bola dunia pun menantikan apakah semangat revans Spanyol mampu mengakhiri langkah Cristiano Ronaldo dan Portugal di Piala Dunia 2026.
