-
Dewa United resmi menyepakati pengakhiran kerja sama dengan pelatih kepala Jan Olde Riekerink.
-
Presiden klub mengapresiasi jasa besar sang pelatih yang sukses membangun fondasi tim.
-
Jan Olde Riekerink berhasil membawa Dewa United mencetak sejarah hingga kompetisi Asia.
Suara.com - Dewa United FC secara mengejutkan menyudahi masa bakti pelatih kepala mereka, Jan Olde Riekerink. Keputusan krusial ini diambil setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan bersama untuk berpisah.
Langkah ini menandai berakhirnya era keemasan arsitek asal Belanda tersebut di markas Banten Warriors. Selama menukangi tim, ia berhasil mengubah peta kekuatan klub secara signifikan.
Manajemen klub menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam atas dedikasi luar biasa sang juru taktik. Proses transisi ini berjalan dengan penuh rasa hormat di antara kedua belah pihak.

"Coach Jan datang ketika kami masih berada di tahap awal membangun klub. Dalam empat musim, beliau membantu kami bertumbuh sedikit demi sedikit," kata Presiden Dewa United Banten FC Ardian Satya Negara.
Pernyataan tersebut menegaskan betapa besarnya peran sang pelatih dalam meletakkan fondasi tim. Di bawah arahannya, klub bertransformasi menjadi kekuatan baru yang disegani.
Ardian menilai Jan berhasil membawa Dewa United dari tim yang berjuang keluar dari papan bawah hingga kemudian berhasil bersaing di papan atas. Kemampuan strateginya terbukti ampuh mendongkrak performa tim secara konsisten.
Tangan dingin pelatih asal Negeri Kincir Angin tersebut juga membawa dampak positif yang luas. Sentuhan magisnya langsung terasa pada stabilitas permainan tim di lapangan.
Pelatih berkebangsaan Belanda jitu juga membawa Dewa United merasakan atmosfer di kompetisi Asia ketika berlaga di AFC Challenge League 2025/2026. Pencapaian internasional ini menjadi catatan sejarah emas yang sangat membanggakan.
Klub kini harus bersiap menatap babak baru tanpa kehadiran dirigen taktik andalan mereka. Manajemen pun telah bersiap merancang strategi jangka panjang untuk masa depan tim.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua kontribusi yang telah diberikan Coach Jan," kata Ardian.
Jika menengok ke belakang, perjalanan awal kebersamaan mereka sebenarnya dipenuhi tantangan yang sangat berat. Dewa United menutup musim pertamanya bersama Jan Olde di peringkat ke-17 Liga 1.
Namun, grafik performa tim langsung melesat tajam pada tahun-tahun berikutnya. Setahun kemudian, Banten Warriors melesat ke posisi kelima sebelum mencatat sejarah pada musim 2024/25 dengan finis sebagai runner-up.
Keberhasilan menembus posisi kedua kompetisi domestik tersebut menjadi batu loncatan ke panggung internasional. Mereka sukses membawa nama Indonesia bersaing dengan klub-klub kuat di kawasan Asia.
Pada musim 2025/26, Dewa United menembus babak perempat final AFC Challenge League dan mengakhiri musim di peringkat ketujuh. Catatan impresif ini melengkapi legasi manis yang ditinggalkan oleh sang pelatih asal Belanda.
