Didier Deschamps Ungkap Alasan Prancis Sulit Kalahkan Paraguay

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 05 Juli 2026 | 11:27 WIB
Didier Deschamps Ungkap Alasan Prancis Sulit Kalahkan Paraguay
Wonderkid PSG Warren Zaire-Emery diprediksi bersinar bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Di usia 20 tahun, ia sudah pecahkan banyak rekor. [Dok. IG Warren Zaire-Emery]
baca 10 detik
  • Prancis lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis.

  • Suhu ekstrem mencapai 37 derajat Celcius di Stadion Philadelphia sempat menghambat performa Les Bleus.

  • Didier Deschamps langsung mengalihkan fokus pemulihan fisik pemain menjelang laga berat kontra Maroko.

Suara.com - Prancis sukses mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Paraguay pada laga babak 16 besar. Eksekusi penalti penentu memastikan langkah Les Bleus melaju ke fase berikutnya di tengah tekanan cuaca ekstrem.

Sengatan suhu udara yang sangat tinggi di Stadion Philadelphia menjadi ujian berat bagi fisik para pemain. Atmosfer panas tersebut memaksa kedua tim bertarung dengan sisa energi yang terkuras lebih cepat.

Kondisi lapangan yang separuhnya terpapar langsung terik matahari pada paruh pertama memperlambat tempo permainan. Kendala lingkungan ini diakui secara terbuka oleh arsitek taktik tim ayam jantan.

Timnas Prancis (Instagram/fifaworldcup)
Timnas Prancis (Instagram/fifaworldcup)

"Panas pasti punya dampak (ke pemain-red). Pertandingan menjadi lebih sulit," ujar Deschamps seusai laga dikutip ESPN, Minggu (5//7/2026).

Memasuki paruh kedua, penurunan suhu udara memberikan napas baru bagi organisasi serangan armada Eropa. Momentum perubahan cuaca tersebut langsung dimanfaatkan untuk mengurung pertahanan lawan secara agresif.

Akselerasi lini depan membuahkan hasil manis ketika wasit menunjuk titik putih pada menit ke-70. Kylian Mbappe yang maju sebagai algojo berhasil menuntaskan tugasnya dengan sepakan keras yang merobek jala gawang.

Kendati berhasil memetik kemenangan penting, sang juru taktik tetap melontarkan kritik tajam kepada anak asuhnya. Potensi besar daya gedor tim dinilai belum keluar sepenuhnya pada laga krusial ini.

Efektivitas konversi peluang menjadi perhatian utama yang harus segera dibenahi sebelum babak selanjutnya. Kreativitas serangan dinilai masih terlalu lambat untuk membongkar pertahanan berlapis.

"Kami seharusnya bisa bermain lebih cepat," tutur dia.

baca juga

Di balik ketegangan taktis, benturan fisik dan friksi antar-pemain mewarnai sepanjang jalannya laga. Situasi panas di atas rumput dipandang sebagai riak normal dalam sebuah duel hidup-mati.

Ketegangan yang terjadi di lapangan dianggap mencerminkan determinasi tinggi dari kedua belah pihak. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang napas ambisi juara bertahan di turnamen sepak bola terakbar.

"Itu pertandingan yang sulit. Laga yang fokus dan agresif. Itulah kenapa saya sangat senang dengan hasil ini. Kami lolos ke perempat final," kata Deschamps.

Langkah selanjutnya dipastikan bakal menguras energi lebih besar saat mereka dijadwalkan bersua Maroko. Pertandingan perebutan tiket semifinal tersebut akan digelar di Stadion Boston pada Kamis mendatang.

Calon lawan mereka melangkah mantap setelah menggilas Kanada dengan performa yang sangat meyakinkan. Tiga gol tanpa balas menjadi sinyal kewaspadaan tinggi bagi lini belakang tim nasional Prancis.

"Maroko salah satu tim terbaik di turnamen ini. Kami sudah menghadapi mereka di Piala Dunia 2022 (Prancis menang 2-0, red) dan melihat bagaimana performa mereka di Piala Afrika (Maroko juara-red)," tutur Deschamps.

Fokus utama staf pelatih kini beralih sepenuhnya pada proses pemulihan kebugaran skuad yang mulai dihantam badai cedera. Waktu istirahat yang singkat harus dimaksimalkan sebelum menyusun strategi meredam kekuatan wakil Afrika.

"Sekarang kami akan memulihkan diri terlebih dahulu. Pemain kami banyak yang kelelahan, ada pula yang cedera. Pada hari ketiga (atau dua hari sebelum laga-red), kami baru akan fokus ke Maroko," ujar dia.

Pertemuan mendatang membawa memori semifinal turnamen edisi sebelumnya di mana Les Bleus unggul dua gol tanpa balas. Namun, sang lawan kini datang dengan status mentereng sebagai penguasa daratan Afrika.

Laga di Philadelphia yang berlangsung dalam suhu mencapai 37 derajat Celcius membuktikan ketahanan mental juara Prancis. Evaluasi menyeluruh menjadi kunci mutlak jika mereka ingin mempertahankan supremasi di Boston nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ounahi Menggila, Maroko Tekuk Kanada 3-0 dan Siap Hadapi Prancis di 8 Besar

Ounahi Menggila, Maroko Tekuk Kanada 3-0 dan Siap Hadapi Prancis di 8 Besar

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 11:17 WIB

Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja

Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:03 WIB

Fenomena Lucky Charm Saat Nonton Piala Dunia, Mitos atau Efek Psikologis?

Fenomena Lucky Charm Saat Nonton Piala Dunia, Mitos atau Efek Psikologis?

Your Say | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:49 WIB

Terkini

Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja

Thomas Tuchel: Lawan Meksiko Tenang Aja

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 10:03 WIB

Kylian Mbappe ke Paraguay: Kami Bisa Juga Mengotori Tangan, Tapi Itu Cara Buruk

Kylian Mbappe ke Paraguay: Kami Bisa Juga Mengotori Tangan, Tapi Itu Cara Buruk

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:43 WIB

Jesse Marsch: Kami Lebih Baik di Babak Pertama, Maroko 'Ngegas' di sepertiga Akhir Laga

Jesse Marsch: Kami Lebih Baik di Babak Pertama, Maroko 'Ngegas' di sepertiga Akhir Laga

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:05 WIB

Kunci Kemenangan Maroko Atas Kanada, Azzedine Ounahi Borong 2 Gol

Kunci Kemenangan Maroko Atas Kanada, Azzedine Ounahi Borong 2 Gol

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31 WIB

Stale Solbakken Anggap Brasil Bukan Tim Favorit, Erling Haaland cs Pede Menang

Stale Solbakken Anggap Brasil Bukan Tim Favorit, Erling Haaland cs Pede Menang

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19 WIB

Kylian Mbappe Depak Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Kylian Mbappe Depak Lionel Messi dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:08 WIB

Dipantau Langsung Pelatih Jepang, HSL All Stars 2026 Jadi Seleksi Timnas Putri Indonesia U-16

Dipantau Langsung Pelatih Jepang, HSL All Stars 2026 Jadi Seleksi Timnas Putri Indonesia U-16

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:02 WIB

Pelatih Jan Olde Riekerink Meninggalkan Dewa United Usai Membawa Klub Melejit ke Papan Atas

Pelatih Jan Olde Riekerink Meninggalkan Dewa United Usai Membawa Klub Melejit ke Papan Atas

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 06:59 WIB

Prancis Ditantang Maroko di Perepat Final Piala Dunia 2026

Prancis Ditantang Maroko di Perepat Final Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53 WIB

Ragnar Oratmangoen Terbaru, Daftar 5 Pemain Anyar Persib Bandung

Ragnar Oratmangoen Terbaru, Daftar 5 Pemain Anyar Persib Bandung

Bola | Minggu, 05 Juli 2026 | 06:45 WIB

×