Salah Besar! Pelatih Norwegia Serang FIFA Usai Hukuman Folarin Balogun Dicabut

Galih Prasetyo, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57 WIB
Salah Besar! Pelatih Norwegia Serang FIFA Usai Hukuman Folarin Balogun Dicabut
Jelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington D.C. diwarnai kritik tajam soal hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presien FIFA, Gianni Infantino. [Instagram Getty Images via BBC]
baca 10 detik
  • FIFA membatalkan hukuman larangan bermain striker AS, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026 pasca intervensi pemerintah Amerika Serikat.
  • Pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, mengkritik keputusan tersebut karena dianggap mencoreng integritas serta prinsip keadilan dalam kompetisi sepak bola.
  • Pencabutan sanksi kartu merah terhadap Balogun memicu protes resmi dari Asosiasi Sepak Bola Belgia dan berbagai kecaman publik.

Suara.com - Pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, melontarkan kritik pedas kepada FIFA setelah badan sepak bola dunia itu memutuskan membatalkan hukuman larangan bermain striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.

Menurut Solbakken, keputusan tersebut merupakan kesalahan besar yang berpotensi mencoreng integritas kompetisi.

Ia bahkan menyebut langkah FIFA sebagai keputusan yang sangat buruk dan dapat menjadi preseden berbahaya bagi masa depan sepak bola.

Seperti diketahui, Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penyerang milik AS itu diusir wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap Tarik Muharemovic.

Folarin Balogun menjelma menjadi salah satu penyerang paling tajam yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. [Instagram Folarin Balogun]
Folarin Balogun menjelma menjadi salah satu penyerang paling tajam yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. [Instagram Folarin Balogun]

Namun, hukuman tersebut kemudian berubah setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan melakukan komunikasi dengan FIFA.

Federasi sepak bola dunia itu akhirnya mengubah sanksi Balogun menjadi hukuman percobaan selama satu tahun, sehingga sang striker tetap bisa tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar.

Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) telah melayangkan protes resmi, sementara Solbakken ikut mengecam langkah FIFA meski timnya, Norwegia, telah memastikan tiket ke perempat final usai menyingkirkan Brasil.

Solbakken menilai keputusan FIFA akan selalu menjadi bahan perdebatan apabila Amerika Serikat berhasil melangkah lebih jauh di turnamen.

baca juga

"Saya pikir itu adalah kesalahan besar dari FIFA. Saya rasa itu bukan keputusan yang tepat. Dia sudah mendapat kartu merah dan VAR juga menyimpulkan itu memang kartu merah. Dia dikeluarkan dari lapangan, yang berarti seharusnya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan. Yang benar-benar buruk dari situasi ini adalah seolah-olah hanya Amerika Serikat yang mendapatkan perlakuan seperti itu," katanya usai laga.

Mungkin saja dia mencetak gol atau bermain dengan sangat baik, lalu Belgia tentu akan sangat marah. Bagaimana dengan kartu merah berikutnya? Apakah nanti ada cara untuk membatalkan kartu itu? Keputusan yang sangat, sangat, sangat, sangat, sangat buruk."

"Jika Amerika Serikat menang, kontroversi ini akan selalu membayangi mereka. Ini jelas tidak baik untuk olahraga sepak bola."

Menurut Solbakken, keputusan FIFA membuka peluang munculnya perlakuan berbeda terhadap kasus serupa di masa mendatang.

Ia mempertanyakan apakah setiap kartu merah nantinya juga bisa dibatalkan melalui mekanisme yang sama.

Pelatih berusia 58 tahun itu juga menilai kemenangan Amerika Serikat, jika berhasil mengalahkan Belgia, akan selalu dibayangi kontroversi karena Balogun mendapatkan kesempatan bermain setelah hukuman kartu merahnya dicabut.

Komentar Solbakken menambah panjang daftar kritik terhadap FIFA setelah keputusan kontroversial tersebut.

Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Belgia juga menyatakan tengah mempelajari berbagai langkah untuk melindungi prinsip fair play dan hak seluruh peserta Piala Dunia 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Memalukan Piala Dunia 2026! Lobi Donald Trump Bikin FIFA Kehilangan Wibawa

Skandal Memalukan Piala Dunia 2026! Lobi Donald Trump Bikin FIFA Kehilangan Wibawa

Bola | Senin, 06 Juli 2026 | 13:51 WIB

Erling Haaland, Kylian Mbappe, Lionel Messi, Siapa Top Skor Piala Dunia 2026?

Erling Haaland, Kylian Mbappe, Lionel Messi, Siapa Top Skor Piala Dunia 2026?

Bola | Senin, 06 Juli 2026 | 13:44 WIB

Tiga Kata Neymar Umumkan Gantung Sepatu Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Tiga Kata Neymar Umumkan Gantung Sepatu Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 06 Juli 2026 | 13:39 WIB

Statistik Gila Erling Haaland Usai Bawa Norwegia Permalukan Brasil

Statistik Gila Erling Haaland Usai Bawa Norwegia Permalukan Brasil

Bola | Senin, 06 Juli 2026 | 13:26 WIB

Portugal vs Spanyol: Seharusnya, Beban Ronaldo Tak Seberat Pertemuan-Pertemuan Sebelumnya

Portugal vs Spanyol: Seharusnya, Beban Ronaldo Tak Seberat Pertemuan-Pertemuan Sebelumnya

Your Say | Senin, 06 Juli 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:49 WIB

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:46 WIB

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Vino G Bastian Ubah Total Bentuk Tubuhnya Demi Film Adaptasi India Drishyam

Vino G Bastian Ubah Total Bentuk Tubuhnya Demi Film Adaptasi India Drishyam

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:36 WIB

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:29 WIB

BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik

BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:23 WIB

×