- FIFA membatalkan hukuman larangan bermain striker AS, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026 pasca intervensi pemerintah Amerika Serikat.
- Pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, mengkritik keputusan tersebut karena dianggap mencoreng integritas serta prinsip keadilan dalam kompetisi sepak bola.
- Pencabutan sanksi kartu merah terhadap Balogun memicu protes resmi dari Asosiasi Sepak Bola Belgia dan berbagai kecaman publik.
Suara.com - Pelatih Timnas Norwegia, Stale Solbakken, melontarkan kritik pedas kepada FIFA setelah badan sepak bola dunia itu memutuskan membatalkan hukuman larangan bermain striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.
Menurut Solbakken, keputusan tersebut merupakan kesalahan besar yang berpotensi mencoreng integritas kompetisi.
Ia bahkan menyebut langkah FIFA sebagai keputusan yang sangat buruk dan dapat menjadi preseden berbahaya bagi masa depan sepak bola.
Seperti diketahui, Balogun sebelumnya mendapat kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Penyerang milik AS itu diusir wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap Tarik Muharemovic.
![Folarin Balogun menjelma menjadi salah satu penyerang paling tajam yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. [Instagram Folarin Balogun]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/13/44886-folarin-balogun.jpg)
Namun, hukuman tersebut kemudian berubah setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan melakukan komunikasi dengan FIFA.
Federasi sepak bola dunia itu akhirnya mengubah sanksi Balogun menjadi hukuman percobaan selama satu tahun, sehingga sang striker tetap bisa tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar.
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) telah melayangkan protes resmi, sementara Solbakken ikut mengecam langkah FIFA meski timnya, Norwegia, telah memastikan tiket ke perempat final usai menyingkirkan Brasil.
Solbakken menilai keputusan FIFA akan selalu menjadi bahan perdebatan apabila Amerika Serikat berhasil melangkah lebih jauh di turnamen.
"Saya pikir itu adalah kesalahan besar dari FIFA. Saya rasa itu bukan keputusan yang tepat. Dia sudah mendapat kartu merah dan VAR juga menyimpulkan itu memang kartu merah. Dia dikeluarkan dari lapangan, yang berarti seharusnya menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan. Yang benar-benar buruk dari situasi ini adalah seolah-olah hanya Amerika Serikat yang mendapatkan perlakuan seperti itu," katanya usai laga.
Mungkin saja dia mencetak gol atau bermain dengan sangat baik, lalu Belgia tentu akan sangat marah. Bagaimana dengan kartu merah berikutnya? Apakah nanti ada cara untuk membatalkan kartu itu? Keputusan yang sangat, sangat, sangat, sangat, sangat buruk."
"Jika Amerika Serikat menang, kontroversi ini akan selalu membayangi mereka. Ini jelas tidak baik untuk olahraga sepak bola."
Menurut Solbakken, keputusan FIFA membuka peluang munculnya perlakuan berbeda terhadap kasus serupa di masa mendatang.
Ia mempertanyakan apakah setiap kartu merah nantinya juga bisa dibatalkan melalui mekanisme yang sama.
Pelatih berusia 58 tahun itu juga menilai kemenangan Amerika Serikat, jika berhasil mengalahkan Belgia, akan selalu dibayangi kontroversi karena Balogun mendapatkan kesempatan bermain setelah hukuman kartu merahnya dicabut.
Komentar Solbakken menambah panjang daftar kritik terhadap FIFA setelah keputusan kontroversial tersebut.
Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Belgia juga menyatakan tengah mempelajari berbagai langkah untuk melindungi prinsip fair play dan hak seluruh peserta Piala Dunia 2026.
