- Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 di Stadion MetLife, New Jersey.
- Kemenangan ini diraih berkat performa dominan sepanjang turnamen dengan rekor pertahanan terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
- Prestasi tersebut sekaligus mengukuhkan Spanyol sebagai peraih gelar juara Piala Eropa dan Piala Dunia secara bersamaan.
Suara.com - Timnas Spanyol menasbihkan diri sebagai penguasa baru sepak bola dunia setelah menjuarai Piala Dunia 2026.
Keberhasilan La Roja menaklukkan Argentina 1-0 di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) pagi WIB, menunjukkan dominasi permainan yang impresif sepanjang laga.
Berbagai rekor dan statistik gemilang tercipta, menegaskan bahwa skuad asuhan Luis de la Fuente memang layak menyandang status juara dunia.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri perdebatan mengenai tim yang paling konsisten memainkan sepak bola menyerang sepanjang turnamen.
Spanyol tidak hanya unggul dari sisi skor, tetapi juga mendominasi hampir di seluruh aspek permainan, sebagaimana menyitat data Opta.
Tujuh Rekor Mentereng Spanyol
1. Raih Gelar Ganda Euro dan Piala Dunia
Spanyol mengulang sejarah sebagai tim sepak bola putra yang mampu menyandang status juara Piala Eropa dan Piala Dunia secara bersamaan.
Sebelumnya ada Jerman Barat (1972-1974), Prancis (1998-2000), serta generasi emas Spanyol pada periode 2008-2012.
Prestasi tersebut menegaskan dominasi Spanyol di level internasional dalam dua tahun terakhir.
2. Rekor Tak Terkalahkan Terpanjang di Eropa
Kemenangan di final memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan beruntun.
Rangkaian tersebut terdiri dari 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang di seluruh ajang resmi.
Catatan itu menjadi rekor tak terkalahkan terpanjang yang pernah dibukukan tim nasional putra Eropa.
3. Pertahanan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia
Spanyol mencatat sejarah sebagai juara Piala Dunia dengan pertahanan paling kokoh.
La Roja hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan sepanjang turnamen.
Belum pernah ada juara dunia yang menorehkan catatan kebobolan sesedikit itu dalam satu edisi Piala Dunia.
4. Dominasi Total atas Argentina
Statistik menunjukkan dominasi Spanyol di wilayah permainan sepanjang final.
La Roja mencatat field tilt sebesar 83,3 persen, mencerminkan kontrol penuh di area pertahanan lawan.
Spanyol juga membukukan 235 operan sukses di sepertiga akhir lapangan, sedangkan Argentina hanya 47 operan.
5. Rekor Expected Goals (xG) Bertahan
Berdasarkan data Opta, Spanyol hanya memberikan total expected goals (xG) sebesar 2,3 kepada seluruh lawannya sepanjang turnamen.
Artinya, rata-rata lawan hanya menciptakan peluang senilai 0,3 xG per pertandingan.
Angka tersebut menjadi catatan pertahanan terbaik dalam sejarah Piala Dunia putra.
6. Ferran Torres Ikuti Jejak Andres Iniesta
Ferran Torres menjadi pemain Spanyol kedua yang mencetak gol di final Piala Dunia.
Menariknya, gol Ferran Torres dan Andres Iniesta pada final 2010 sama-sama tercipta pada babak tambahan waktu.
Torres juga menjadi pemain pengganti kelima yang mencetak gol kemenangan di final Piala Dunia.
7. Tak Pernah Tertinggal Sepanjang Turnamen
Spanyol menutup Piala Dunia 2026 tanpa sekali pun berada dalam posisi tertinggal.
Sejak fase grup hingga final, tidak ada lawan yang mampu unggul lebih dahulu atas La Roja.
Kiper Unai Simon bahkan hanya mencatatkan 10 penyelamatan sepanjang turnamen, lebih sedikit dibanding jumlah penyelamatan Emiliano Martinez di laga final.
Kembalinya Kejayaan La Roja
Gelar Piala Dunia 2026 menandai kembalinya kejayaan filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola ala Spanyol.
Luis de la Fuente berhasil memadukan pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi dengan sosok berpengalaman seperti Rodri dan Aymeric Laporte.
