- Pertemuan menteri luar negeri Arab di Oman menyepakati koridor pelayaran aman Selat Hormuz.
- Iran menegaskan blokade ekonomi tidak akan menghentikan aktivitas perdagangan dan navigasi kawasan.
- Rencana rute baru ini diserahkan kepada IMO demi menjamin keselamatan kapal niaga.
Suara.com - Pertemuan penting menteri luar negeri negara-negara Arab di Muscat pada Senin (14/9) menandai babak baru navigasi Teluk. Kesepakatan koridor maritim bersama antara Iran dan Oman akan segera disahkan serta diserahkan ke Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Langkah diplomasi ini diambil guna memastikan kelancaran alur pelayaran komersial di kawasan yang terus bergejolak. Inisiatif strategis ini sekaligus menjadi jawaban atas tekanan ketegangan militer serta blokade laut oleh pihak luar.
Negara-negara yang wilayahnya sempat digunakan untuk agensi militer asing juga dijadwalkan hadir dalam forum regional tersebut. Sinergi ini mempertegas komitmen bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi perairan Teluk.

Pemerintah Iran menilai langkah penggalangan jalur laut baru ini sebagai dorongan kemandirian menghadapi sanksi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan ketahanan negaranya menghadapi manuver ekonomi dari luar.
“Penguasa Washington gagal mencapai tujuan mereka lewat perang, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, tetapi kami tidak akan berhenti,” ujar Pezeshkian, dikutip dari Anadolu.
Kebijakan luar negeri Teheran dipastikan tidak akan melarutkan fokus utama dalam mempertahankan stabilitas nasional. Ketergantungan penuh pada satu akses pelayaran juga sudah bukan lagi menjadi pilihan utama.
“Jalur laut tentu bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kami, dan mereka juga tidak akan dapat mencapai tujuan mereka dengan cara ini,” kata Pezeshkian menambahkan.
Akses utama perairan internasional ini siap dipulihkan sepenuhnya jika situasi keamanan di kawasan sudah kondusif. Teheran menuntut penghentian blokade serta operasi militer ofensif sebelum komitmen pemulihan total dijalankan.
“Pekan ini, pada Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO),” ungkap Pezeshkian.
Kehadiran perwakilan delapan negara Teluk di Muscat bertujuan memperkuat kerangka teknis koridor pelayaran aman. Rencana pengawasan pintu masuk dan keluar rute baru tersebut akan ditempatkan di bawah kendali Iran.
“Negara-negara yang wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap kami oleh Amerika Serikat (AS) juga akan menghadiri pertemuan ini,” jelas Pezeshkian menegaskan keterlibatan kawasan.
Persiapan penandatanganan koridor maritim baru ini diprakarsai oleh pembicaraan bilateral intensif antara Oman dan Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan pentingnya konsensus regional demi menjamin keamanan kapal-kapal niaga yang melintas.
Pihak Iran menyampaikan keselamatan pelayaran tidak dapat dijamin secara otomatis selama intervensi militer asing tetap berlangsung. Oleh sebab itu, kesepakatan koridor baru di bawah pengawasan bersama dipandang sebagai solusi konkret kawasan.