-
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 resmi memengaruhi perolehan poin ranking FIFA seluruh tim peserta.
-
Kompetisi terbagi menjadi Premier Division serta Challenge Division dengan skema promosi persaingan ketat.
-
Timnas Indonesia berpeluang besar ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggara divisi utama turnamen tersebut.
Suara.com - FIFA ASEAN Cup 2026 dipastikan menjadi salah satu turnamen internasional yang paling dinantikan di kawasan Asia Tenggara. Kompetisi anyar yang digagas FIFA ini akan digelar dalam kalender resmi FIFA Matchday sehingga berpengaruh dengan poin.
Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 21 September hingga 6 Oktober 2026. Nah, FIFA baru-baru ini merilis aturan untuk ajang tersebut.
FIFA ASEAN Cup 2026 awalnya akan diikuti oleh 14 negara. Namun, FIFA masih membuka peluang menambah jumlah peserta hingga 16 tim apabila diperlukan.
![Kiper Timnas Indonesia Nadeo Arga Winata (kanan atas) menahan bola dari tendangan pesepak bola Kamboja pada ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/28/32417-piala-aff-2026-timnas-indonesia-vs-kamboja-nadeo-arga-winata.jpg)
Seluruh negara anggota ASEAN Football Federation (AFF) dipastikan memperoleh tempat di ajang ini. Sementara slot yang tersisa akan diberikan kepada tim undangan yang dipilih langsung oleh FIFA.
Menariknya, seluruh pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 akan berstatus laga internasional resmi dalam kalender FIFA.
Artinya, hasil setiap pertandingan akan diperhitungkan untuk menambah maupun mengurangi poin ranking FIFA masing-masing negara.
FIFA berharap kehadiran kompetisi ini dapat menjadi ajang yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat perkembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan menggunakan sistem dua divisi, yakni Premier Division dan Challenge Division.
Premier Division menjadi kasta tertinggi dengan diikuti delapan negara yang dibagi ke dalam dua grup. Masing-masing grup berisi empat tim dan menggunakan format setengah kompetisi, sehingga setiap peserta menjalani tiga pertandingan pada fase grup.
FIFA telah menyiapkan tiga matchday khusus untuk babak penyisihan Premier Division. Setelah seluruh pertandingan grup selesai, juara Grup A dan juara Grup B akan langsung bertemu di partai final untuk menentukan juara turnamen kasta tertinggi.
Sementara itu, enam negara lainnya akan bersaing di Challenge Division. Mereka dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing dihuni tiga tim.
Karena hanya terdiri dari tiga peserta per grup, setiap tim hanya memainkan dua pertandingan. Pada setiap matchday akan ada satu tim yang mendapatkan jadwal istirahat secara bergantian.
Sistem yang diterapkan di Challenge Division juga serupa dengan Premier Division. Hanya juara grup yang berhak melangkah ke final untuk memperebutkan gelar juara divisi tersebut.
Selain laga final, FIFA juga membuka peluang menggelar pertandingan lagi pada hari terakhir turnamen. Duel tersebut dapat mempertemukan tim peringkat kedua, ketiga, hingga keempat dari masing-masing grup guna menentukan posisi akhir di setiap divisi.
Untuk penyelenggaraan turnamen, Timnas Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah Premier Division. Sementara itu, Hong Kong diproyeksikan menjadi penyelenggara Challenge Division.
Apabila rencana tersebut terealisasi, Indonesia akan menjadi pusat perhatian sepak bola Asia Tenggara dengan menggelar pertandingan-pertandingan elite yang melibatkan negara-negara terbaik di kawasan.