-
Shin Tae-yong menilai chemistry lima pemain asing baru Persija Jakarta belum terbentuk optimal.
-
Piala Presiden 2026 dijadikan ajang percepatan adaptasi dan pembentukan kekompakan skuad Macan Kemayoran.
-
Pelatih meminta publik tidak terburu-buru menilai kualitas rekrutan anyar menjelang musim 2026/2027.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengakui belum sepenuhnya puas dengan performa para pemain asing baru yang didatangkan untuk menghadapi musim 2026/2027. Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, para legiun asing masih membutuhkan waktu untuk membangun chemistry agar mampu menampilkan performa terbaik bersama Macan Kemayoran.
Persija memang melakukan perombakan besar pada komposisi pemain asing menjelang bergulirnya musim baru.
Manajemen mendatangkan lima nama baru, yakni Stjepan Loncar, Karim Memija, Kwon Chang-hoon, Denis Kolinger, dan Radovan Pankov untuk memperkuat berbagai lini.
![Persija menggelar latihan perdana untuk musim 2026/2027. Shin Tae-yong fokus membangun fondasi tim, meningkatkan fisik pemain, dan menunggu skuad lengkap. [Dok. Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/15/57878-shin-tae-yong-mimpin-latihan-perdana-persija-jakarta.jpg)
Kelima pemain tersebut sudah menjalani debut bersama Persija di ajang Piala Presiden 2026. Mereka diturunkan dalam dua pertandingan Grup B menghadapi Persebaya Surabaya dan Port FC sebagai bagian dari proses adaptasi dengan rekan-rekan setim.
Meski telah mendapat menit bermain, Shin Tae-yong menilai para pemain asingnya belum mampu menunjukkan kualitas terbaik.
Penyebab utamanya adalah minimnya waktu latihan bersama sehingga kerja sama antarpemain belum terbentuk secara optimal.
Namun, Shin menegaskan kondisi tersebut merupakan hal yang wajar mengingat sebagian besar rekrutan baru belum lama bergabung dengan tim.
Karena itu, ia memanfaatkan Piala Presiden 2026 sebagai ajang untuk mempercepat proses adaptasi sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Untuk para pemain asing, mereka memang belum banyak berlatih bersama sehingga chemistry antarpemain belum terbentuk dengan baik," kata Shin Tae-yong kepada awak media.
"Namun, pertandingan seperti ini justru menjadi bagian dari proses membangun chemistry tersebut. Jadi prosesnya bukan hanya melalui latihan, tetapi juga saat bertanding,” jelasnya.
Pelatih berusia 56 tahun itu memahami bahwa membangun kekompakan dalam sebuah tim membutuhkan waktu. Apalagi, hampir seluruh pemain asing anyar Persija datang hanya beberapa pekan sebelum turnamen pramusim bergulir.
Karena itu, Shin Tae-yong meminta semua pihak tidak terburu-buru memberikan penilaian kepada para pemain baru.
Ia optimistis performa mereka akan meningkat seiring semakin sering berlatih dan bermain bersama.
“Memang ini proses yang tidak mudah, tetapi para pemain sudah berusaha melakukannya sebaik mungkin,” pungkasnya.