-
Pelatih Vietnam Kim Sang-sik menyiapkan strategi khusus guna mematikan pergerakan udara Mitchell Baker.
-
Bek berpostur jangkung menjadi opsi utama Vietnam untuk mengawal penyerang Timnas Indonesia tersebut.
-
Kedua tim akan menyelesaikan laga penyisihan grup terlebih dahulu sebelum saling bentrok.
Suara.com - Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik mulai memikirkan cara bagaimana caranya mematikan pergerakan bomber andalan Timnas Indonesia, Mitchell Baker. Salah satu yang menjadi sorotannya adalah keunggulan dalam hal duel udara.
Timnas Indonesia akan menjamu Vietnam dalam laga Grup Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Senin (3/8/2026) malam WIB. Sebelum itu kedua kesebelasan akan melakoni laga lain terlebih dahulu.
Timnas Indonesia dijadwalkan dijamu Timor Leste, sedangkan Vietnam bersua dengan Singapura. Duel kedua tim berlangsung, Jumat (31/7/2026) waktu setempat.
![Mitchell Baker mencetak hattrick dalam debutnya di Piala AFF 2026 saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 dan mengikuti jejak para legenda Garuda. [Dok. ASEAN United]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/28/53970-mitchell-baker-mencetak-hattrick-dalam-debutnya-di-piala-aff-2026.jpg)
Meski terbilang cukup lama, Kim Sang-sik ternyata sudah kepikiran Timnas Indonesia. Terutama bagaimana caranya menghentikan Mitchell Baker saat duel udara.
Bahkan, ia membocorkan salah satu cara meredam pemain naturalisasi berdarah Australia itu. Salah satunya dengan menempatkan pemain tinggi buat mengawal Baker.
"Staf pelatih masih menganalisis setiap lawan dengan sangat cermat dari pertandingan ke pertandingan. Setelah laga melawan Singapura selesai, kami baru akan berdiskusi untuk menyusun rencana taktik secara rinci untuk pertandingan berikutnya," kata Kim Sang-sik dilansir dari Thethao247.
"Menggunakan pemain yang memiliki tinggi badan yang baik untuk bertahan menghadapi bola-bola atas maupun situasi bola mati tentu merupakan salah satu opsi penting. Namun, saat ini saya belum memikirkan sejauh itu," jelasnya.
Meski begitu fokus Kim Sang-sik adalah mengalahkan Singapura terlebih dahulu. Ia harus memikirkan bagaimana cara supaya anak asuhnya tetap prima mengingat jadwal padat.
Sang juru taktik juga punya opsi merotasi pemain saat jumpa Singapura. Namun, Kim Sang-sik merahasiakan detailnya.
"Jalannya pertandingan akan menentukan segalanya. Saya harus membagi kondisi fisik seluruh pemain dengan sebaik mungkin," tegasnya.
"Jika situasi pertandingan menuntut atau kami perlu mempersiapkan opsi pertahanan tertentu, saya sepenuhnya bisa memberikan kesempatan kepada mereka," tutupnya.