- Media Vietnam memprotes peringatan mantan pemain Timnas Indonesia Erol Iba terkait gaya bermain kasar Vietnam pada Juli lalu.
- Media Vietnam menilai cap permainan kasar tersebut berlebihan karena Indonesia justru kerap bermain keras dalam sejarah pertemuan kedua tim.
- Kapten Timnas Indonesia Rizky Ridho menyatakan timnya tidak akan terpancing provokasi karena penggunaan teknologi VAR pada Piala AFF 2026.
Suara.com - Menjelang laga krusial antara Timnas Indonesia vs Vietnam dalma lanjutan grup A Piala AFF 2026, media Vietnam tak terima dengan cap yang diberikan publik Indonesia terhadap tim nasional mereka.
Salah satu media Vietnam, Tuoitre dalam ulasan terbarunya tak terima dengan pernyataan yang disampaikan oleh eks pemain Timnas Indonesia, Erol Iba.
Erol Iba pada Juli lalu dalam wawancara menyebut bahwa pasukan John Herdman harus ekstra waspada dengan permainan curang dan kasar Vietnam.
“Ada pesan untuk para pemain Indonesia, khususnya saat melawan Vietnam. Jika bisa, jangan terpancing provokasi,” ujar Iba.
Ia menambahkan, “Tetap jalankan strategi pelatih dan jangan terbawa emosi. Vietnam biasanya bermain agresif dan cenderung agak kasar.”
![Vietnam Disebut Lebih Dulu Jadi Negara ASEAN Jadi Tuan Rumah Piala Dunia, Indonesia? [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/03/86564-timnas-vietnam.jpg)
Komentar mantan gelandang Timnas Indonesia periode 2006–2009 itu langsung memicu reaksi publik dan media Vietnam.
Dari sudut pandang media Vietnam, cap yang diberikan kepada timnas mereka dari publik Indonesia terlalu berlebihan.
"Pasalnya, dalam sejarahnya, justru Indonesia kerap dikenal memiliki gaya bermain keras saat menghadapi lawan, termasuk Vietnam," ulas media Vietnam itu.
Dalam banyak pertemuan sebelumnya, duel Indonesia vs Vietnam memang sering berlangsung panas dan penuh kontak fisik.
Tak jarang, pemain kedua tim sama-sama mengalami cedera akibat permainan keras di lapangan.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, citra permainan Indonesia mulai berubah.
Peningkatan kualitas tim, termasuk kehadiran pemain naturalisasi, membuat gaya bermain Garuda lebih terorganisir dan tidak terlalu mengandalkan fisik.
Sementara itu, kapten Timnas Indonesia Rizky Ridho menegaskan timnya tidak akan terpancing jika Vietnam mencoba memainkan perang urat saraf saat kedua tim bertemu di Piala AFF 2026.
Bek Persija Jakarta itu menilai keberadaan Video Assistant Referee (VAR) membuat setiap pemain harus lebih berhati-hati di lapangan.
"Saya rasa saya fokus pada tim kita sendiri. Dan mungkin dia (Vietnam) enggak akan melakukan (provokasi seperti) beberapa tahun yang lalu yang sama mereka lakukan di pertandingan besok karena kita menggunakan VAR juga," kata Rizky Ridho kepada awak media.
"Jadi pasti mereka akan hati-hati sama seperti kita, jadi saya fokus ke tim saya sendiri saja," lanjutnya.