- Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi tekanan besar akibat pembatalan proyek penjualan hak siar kontroversial senilai 15 miliar dolar AS.
- Donald Trump dikabarkan siap memberikan dukungan penuh kepada Infantino untuk mempertahankan posisinya karena keberhasilan membawa Piala Dunia 2026 ke Amerika Serikat.
- Pengaruh politik dan jaringan internasional Donald Trump dapat memperkuat posisi Infantino di tengah gelombang oposisi besar dari UEFA.
Suara.com - Kursi FIFA yang diduduki Gianni Infantino kini tengah digoyang. Presiden federasi sepak bola dunia itu menghadapi tekanan besar setelah rencana kontroversialnya mengenai hak siar Piala Dunia.
Infantino sebelumnya dikritik keras terkait proposal penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor.
Proyek bernilai sekitar 15 miliar dolar AS itu akhirnya dibatalkan setelah mendapat tentangan dari berbagai pihak di dunia sepak bola.
Di tengah situasi tersebut, satu nama disebut tetap berada di belakang Infantino, yakni Donald Trump.
Menurut laporan The Telegraph, Trump diyakini siap memberikan dukungan penuh demi mempertahankan posisi Infantino.
![Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino dicemooh suporter saat seremoni penyerahan trofi Final Piala Dunia 2026 yang dimenangi Spanyol. [FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/20/86805-donald-trump-dan-presiden-fifa-gianni-infantino.jpg)
Hubungan keduanya memang terbilang dekat dalam beberapa tahun terakhir.
Kedekatan itu semakin terlihat saat persiapan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, di mana Infantino dinilai berperan besar membawa turnamen tersebut ke Negeri Paman Sam.
“Saya yakin presiden akan melakukan segala yang dia bisa untuk membantu,” ujar seorang sumber kepada The Telegraph. “Gianni telah menghadirkan Piala Dunia ke Amerika Serikat, dan itu sangat dihargai.”
Dukungan Trump dinilai bukan sekadar simbolis.
Meski tidak memiliki hak suara di FIFA, pengaruh politik dan jaringan internasionalnya bisa memengaruhi negara-negara anggota yang memiliki suara dalam pemilihan.
Selain itu, posisi Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 membuat peran negara tersebut semakin strategis dalam peta sepak bola global.
Hal ini secara tidak langsung memperkuat posisi Infantino di tengah tekanan.
Namun, gelombang oposisi terhadap Infantino terus membesar, terutama dari Eropa.
UEFA dikabarkan tengah mencari cara untuk menggoyang kepemimpinannya.