Mirip-mirip Kantor PSSI Era Jokdri, Kantor KFA Digerebek Polisi Usut Dugaan Nepotisme

Galih Prasetyo

Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:22 WIB
Mirip-mirip Kantor PSSI Era Jokdri, Kantor KFA Digerebek Polisi Usut Dugaan Nepotisme
Mirip-mirip Kantor PSSI Era Jokdri, Kantor KFA Digerebek Polisi Usut Dugaan Nepotisme [@SBS8news]
baca 10 detik
  • Kepolisian Korea Selatan menggerebek kantor KFA pada Rabu, 6 Agustus 2026, untuk menyelidiki dugaan pelanggaran penunjukan pelatih Hong Myung-bo.
  • Penyelidikan kepolisian mencakup dugaan penghalangan proses bisnis dan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat tinggi dalam rekrutmen pelatih tim nasional.
  • Penggeledahan dilakukan menyusul kegagalan timnas Korea Selatan lolos dari fase grup Piala Dunia 2026 dan pengunduran diri Hong.

Suara.com - Kepolisian Korea Selatan menggerebek kantor Federasi Sepak Bola Korea (KFA) pada Rabu (6/8/2026) waktu setempat.

Penggeledahan ini terkait penyelidikan dugaan pelanggaran dalam proses penunjukan pelatih tim nasional, Hong Myung-bo.

Polisi menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari penyidikan atas dugaan obstruction of business atau menghalangi proses bisnis dalam perekrutan pelatih.

Kasus ini memunculkan dugaan penunjukkan Hong sebagai nepotisme di kalangan pejabat tinggi KFA.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan pihaknya melakukan pengumpulan bukti di kantor KFA.

Kasus ini mencuat setelah performa buruk Korea Selatan di Piala Dunia 2026.

Potret Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo (Chosun.com)
Potret Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo (Chosun.com)

Tim yang digadang-gadang sebagai generasi emas gagal lolos dari fase grup usai kalah mengejutkan 0-1 dari Afrika Selatan.

Hong Myung-bo, yang saat itu menjabat pelatih kepala, mengundurkan diri pada Juni 2026.

Kekalahan tersebut memicu kritik luas dari publik dan media terhadap federasi.

baca juga

Sorotan terhadap KFA sebenarnya sudah muncul sejak penunjukan Hong pada 2024. Namun, kegagalan di Piala Dunia membuat tekanan semakin besar.

Media lokal melaporkan adanya dugaan intervensi pejabat tinggi KFA dalam proses penunjukan Hong.

Intervensi tersebut diduga melanggar aturan internal federasi.

Polisi kini menyelidiki apakah ada unsur penyalahgunaan wewenang dalam proses tersebut.

Tim investigasi kejahatan finansial turut dilibatkan dalam pengusutan kasus ini.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, ikut angkat bicara.

Ia menyebut kegagalan tim nasional disebabkan oleh orang-orang tidak kompeten yang diangkat karena faktor loyalitas dan kepentingan kelompok.

“Ini menunjukkan adanya masalah dalam sistem rekrutmen di level tertinggi,” ujar Lee dalam pernyataannya.

Di sisi lain, Hong Myung-bo sebelumnya telah dipanggil ke parlemen pada Juli lalu.

Dalam sidang tersebut, ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim.

“Saya mengambil tanggung jawab penuh atas hasil buruk ini,” kata Hong.

Keputusan Hong mencadangkan Son Heung-min pada babak pertama laga penentuan melawan Afrika Selatan juga menuai kritik keras.

Banyak suporter menilai keputusan itu menjadi salah satu faktor kekalahan.

Selain itu, isu gaji juga ikut menjadi sorotan.

Dalam sidang parlemen, muncul klaim bahwa Hong menerima bayaran hingga 3,8 miliar won per tahun.

Hong membantah angka tersebut, namun menolak mengungkapkan jumlah sebenarnya.

Situasi yang dialami kantor KFA mengingatkan publik Indonesia di era Satgas Anti Mafia Bola.

Pada Januari 2019, Satgas Anti Mafia Bola melakukan penggeledahan di dua kantor PSSI lama, yaitu di fX Sudirman (Jakarta Pusat) dan kawasan Kemang (Jakarta Selatan).

Saat itu pihak kepolisian mencari dokumen dan bukti-bukti terkait kasus pengaturan skor (match fixing) liga sepak bola Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?

Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:06 WIB

PSSI Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir Singgung Bantuan Rp88 Miliar dari FIFA

PSSI Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir Singgung Bantuan Rp88 Miliar dari FIFA

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Diserang dari Seluruh Penjuru, Infantino Mohon Maaf Batal Jual Saham Piala Dunia

Diserang dari Seluruh Penjuru, Infantino Mohon Maaf Batal Jual Saham Piala Dunia

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:59 WIB

TREASURE Resmi Jadi Brand Ambassador Chitato, Siapkan Beragam Aktivitas Seru untuk Fans

TREASURE Resmi Jadi Brand Ambassador Chitato, Siapkan Beragam Aktivitas Seru untuk Fans

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea

Kekalahan Memalukan Timnas Indonesia dari Vietnam Jadi Pembahasan Unik Media Korea

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×