-
Super League 2026/2027 resmi dimulai 4 September di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali.
-
PT LIB mengizinkan suporter tim tamu hadir langsung mendampingi klub kesayangan di stadion.
-
Klub peserta bertanggung jawab penuh atas pengendalian dan perilaku suporter yang melakukan perjalanan tandang.
Suara.com - Super League 2026/2027 akan segera bergulir. PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menetapkan 4 September 2026 sebagai tanggal dimulainya kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia tersebut.
Laga Bali United melawan PSS Sleman dipercaya menjadi pertandingan pembuka musim baru. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, mengatakan pihaknya juga menyiapkan seremoni khusus untuk menandai dimulainya kompetisi. Konsep opening ceremony musim ini disebut akan memberikan nuansa berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
![PSS Sleman resmi promosi ke Super League musim depan usai mengalahkan PSIS Semarang 3-0 dan menjuarai Championship Wilayah Timur. [Dok. IG PSS Sleman]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/03/71897-pss-sleman.jpg)
Hal itu disampaikan Ferry setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
"Kick-off liga akan berlangsung di Bali antara Bali United melawan PSS Sleman tanggal 4 September. Nanti kami akan menampilkan bagaimana opening ceremony yang rasanya akan seru, berbeda dari tahun sebelum-sebelumnya," kata Ferry.
Pertandingan Bali United kontra PSS Sleman nantinya menjadi laga pertama yang membuka rangkaian kompetisi Super League 2026/2027.
Stadion Kapten I Wayan Dipta pun akan menjadi lokasi dimulainya perjalanan musim baru.
Selain mempersiapkan pertandingan pembuka, PT LIB membawa kebijakan baru terkait kehadiran suporter tim tamu. Pendukung klub tandang kembali mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung tim kesayangannya bertanding di stadion lawan.
Keputusan tersebut telah disepakati dalam RUPS PT LIB. Kebijakan ini kemudian disampaikan kepada klub-klub peserta sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim 2026/2027.
Meski demikian, suporter tandang tidak sepenuhnya bebas tanpa aturan. PT LIB menegaskan terdapat tanggung jawab yang harus dijalankan klub masing-masing dalam mengelola dan mengawasi suporternya.
Ferry Paulus menekankan bahwa klub memiliki peran penting dalam memastikan suporter yang melakukan perjalanan tandang tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
"Sudah ada kesepakatan di dalam RUPS ini yang juga kita sampaikan kepada owners club bahwa suporter away sudah diizinkan, dengan catatan yang paling signifikan, suporter away ini tetap menjadi tanggung jawab suporter di bawah pengendalian klub tersebut," jelas Ferry.
Dengan aturan tersebut, klub diharapkan tidak hanya bertanggung jawab terhadap tim yang bertanding, tetapi juga memastikan kelompok suporter yang mendukung dari tribun tandang mematuhi regulasi.
Kembalinya suporter away menjadi salah satu perubahan yang menarik perhatian menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Kehadiran pendukung kedua tim di stadion diharapkan dapat membuat atmosfer pertandingan semakin semarak.
Namun, aspek keamanan tetap menjadi bagian penting dari penerapan kebijakan tersebut.
Klub dan suporter harus menjalankan aturan yang telah ditetapkan agar pertandingan dapat berlangsung dengan tertib.