- Persebaya Surabaya resmi menggandeng brand kecantikan Implora sebagai sponsor baru untuk musim kompetisi Super League 2026/2027.
- Peningkatan jumlah penonton perempuan dan keluarga di stadion mendorong Persebaya mengubah strategi kerja sama komersial klub.
- Jersey baru Persebaya menampilkan elemen kecupan bibir sebagai representasi dukungan suporter perempuan untuk meraih prestasi.
Suara.com - Industri sepak bola Indonesia mulai memperluas segmentasi komersialnya dengan menggandeng berbagai kategori brand. Salah satunya dilakukan Persebaya Surabaya yang menjalin kerja sama dengan brand kecantikan perempuan, Implora, sebagai sponsor resmi di Super League 2026/2027.
Klub berjuluk Bajul Ijo tersebut melihat kemitraan ini sebagai bagian dari pengembangan kerja sama komersial berdasarkan karakter audiens yang dimiliki saat ini.
Kolaborasi tersebut juga mencerminkan perubahan karakter penonton sepak bola, khususnya dengan meningkatnya kehadiran suporter perempuan dan keluarga di stadion.
Evolusi Karakter Suporter di Tribun
![Jersey terbaru Persebaya Surabaya untuk mengarungi Super League 2026/2027. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/08/70018-jersey-terbaru-persebaya-surabaya.jpg)
Masuknya produk kosmetik ke dalam lanskap komersial sepak bola nasional menunjukkan terbukanya peluang bagi brand yang menyasar audiens perempuan.
Bagi manajemen Persebaya Surabaya, kemitraan ini bukan sekadar menempatkan logo sponsor di jersey tim. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi klub dalam mengembangkan kerja sama komersial sesuai karakter suporter.
Perubahan arah bisnis itu juga sejalan dengan evolusi karakter penonton sepak bola di Kota Pahlawan dalam beberapa tahun terakhir.
Ruang Aman bagi Bonita dan Keluarga
Data internal klub mencatat proporsi kehadiran penonton perempuan di stadion Persebaya Surabaya terus meningkat dalam tiga musim terakhir.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak perempuan yang memilih hadir langsung ke stadion untuk mendukung Persebaya," ungkap Arthur Rusli selaku Head of Business & Partnership DBL Indonesia.
"Stadion tidak lagi menjadi ruang yang hanya identik dengan suporter laki-laki, tetapi semakin berkembang menjadi ruang bagi keluarga dan komunitas dengan latar belakang yang lebih beragam,” ujarnya menambahkan.
Menyikapi perkembangan tersebut, pihak penyelenggara mengembangkan sejumlah inisiatif untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih inklusif.
Salah satunya melalui penyediaan tribun keluarga yang ditujukan untuk memberikan rasa aman bagi suporter perempuan dan anak-anak saat menyaksikan pertandingan.
Filosofi di Balik Jersey Baru
Perubahan demografi penonton di stadion turut membuka peluang bagi brand dari berbagai kategori untuk bekerja sama dengan klub sepak bola.
Basis suporter yang semakin beragam membuat klub tidak hanya relevan bagi produk olahraga, tetapi juga industri consumer goods, gaya hidup, hingga kecantikan.
Visi tersebut diterjemahkan melalui identitas visual pada jersey Persebaya musim 2026/2027.
Di samping logo Implora, terdapat aksen visual berupa gambar kecup bibir yang identik dengan dunia kecantikan perempuan.
Elemen desain tersebut merepresentasikan pertemuan dua dunia yang selama ini kerap dianggap berbeda, yakni sepak bola dan kecantikan.
Harapan Menuju Prestasi
“Elemen kecupan bibir pada jersey merepresentasikan dukungan tulus dari para Bonita agar Persebaya terus melaju, dengan harapan besar di musim 2027 tim dapat kembali meraih prestasi dan membawa pulang piala ke Surabaya,” ujar Rafael Raven Go, Chief Marketing Officer Implora.
Keterlibatan brand tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan produk dengan suporter perempuan yang mendukung perjalanan Persebaya di dalam maupun luar stadion.
"Kehadiran beberapa brand dengan kategori berbeda dalam jersey Persebaya musim ini juga menjadi cerminan pendekatan profesional dalam pengelolaan klub," urai Arthur memandang sisi bisnisnya.
"Persebaya tidak hanya membangun tim dari sisi teknis dan kompetisi, tetapi juga mengembangkan sisi komersial dan bisnis klub secara terstruktur,” tegas Arthur.
Komersialisasi Sepak Bola Modern
Komersialisasi sepak bola modern di Indonesia terus berkembang dengan pendekatan yang lebih beragam dan menyasar berbagai segmen audiens.
Kehadiran suporter perempuan yang tergabung dalam basis Bonita turut mendorong perubahan citra stadion sebagai ruang hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga.