-
Panpel Persija melepas 60 ribu tiket pertandingan melawan Persib Bandung di GBK.
-
Pembelian tiket diwajibkan menggunakan KTP Jakarta untuk mengantisipasi potensi konflik antarsuporter.
-
Sterilisasi keamanan ring dua diberlakukan ketat untuk menyaring penonton tanpa tiket resmi.
Suara.com - Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta menyiapkan sekitar 60 ribu tiket untuk pertandingan melawan Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027 yang kabarnya berlangsung di Stadion GBK, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Mamun, ada aturan khusus bagi Jakmania untuk dapat memilikinya.
Calon penonton, termasuk Jakmania, harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta untuk bisa membeli tiket pertandingan. Ini untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan mengingat adanya rivalitas kedua kelompok suporter.
Apalagi, Persija sudah cukup lama tidak menjamu Persib di Jakarta.cDuel Persija kontra Persib terakhir kali digelar di Jakarta pada 2019.
![Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain muda usai kemenangan atas DPMM FC di Grup A Piala Presiden 2026. [Dok Persib Bandung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/29/44215-persib-bandung.jpg)
Ketua Panpel Persija, Albin Laurent, mengatakan jumlah tiket yang disiapkan mencapai 60 ribu lembar.
Jumlah tersebut sudah mencakup tiket untuk undangan dan tiket komplemen.
"Rencananya kita akan lepas 60.000. Enam puluh ribu tiket sudah termasuk undangan dan komplemen," kata Albin Laurent saat ditemui di Kantor Persija, Kuningan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Meski jumlah tiket cukup besar, tidak semua suporter bisa membelinya. Panpel Persija menetapkan kepemilikan KTP Jakarta sebagai salah satu syarat pembelian tiket.
"Pembelian tiket nantinya seluruh untuk warga Jakarta yang mempunyai KTP Jakarta," jelas Laurent.
Aturan tersebut tentu perlu diperhatikan Jakmania yang berdomisili di luar Jakarta. Mereka tidak dapat membeli tiket apabila tidak memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan panitia.
Selain membatasi pembelian tiket, Panpel Persija juga menyiapkan sistem pengamanan berlapis di sekitar GBK. Langkah tersebut dilakukan untuk menyaring suporter yang tidak memiliki tiket agar tidak masuk ke area stadion.
Albin menjelaskan pemeriksaan akan dilakukan sejak akses menuju area stadion.
Panpel bersama pihak keamanan akan menjaga area tertentu agar hanya penonton yang memenuhi persyaratan yang dapat melanjutkan perjalanan menuju stadion.
"Panpel akan menjaga area steril saat masuk ke ring 2. Jadi persyaratannya mungkin masih sekitar rencana pengamanan, tapi itu harus dieksekusi oleh Panpel nanti," ucapnya.
Panpel Persija juga mengingatkan seluruh calon penonton untuk mengikuti ketentuan yang diberlakukan selama pertandingan. Larangan membawa sejumlah barang juga akan disampaikan bersamaan dengan informasi pembelian tiket.
"Ya jangan bikin ricuh, jangan bawa flare, petasan, power bank, dan semua larangan nanti akan kami sampaikan di rilis di persyaratan dan ketentuan pembelian tiket. Dan juga nanti di medianya Persija nanti akan menyampaikan lagi," pungkasnya.