- Pengamat sepak bola Kenneth Perez menyoroti penampilan kiper Maarten Paes saat Ajax menghadapi Willem II.
- Perez menilai Maarten Paes memiliki kualitas dan kemampuan memainkan bola dengan kaki di bawah level ter Stegen.
- Kehadiran Marc-André ter Stegen dianggap memberikan tekanan lebih besar kepada pemain lawan dibandingkan saat melawan Paes.
Suara.com - Pengamat sepak bola Belanda, Kenneth Perez, memberikan sorotan terhadap kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes yang dipercaya mengawal gawang Ajax saat menghadapi Willem II dalam laga tunda Eredivisie.
Paes tampil menggantikan Marc-André ter Stegen yang berada di bangku cadangan.
Perez kemudian membandingkan kemampuan kedua penjaga gawang tersebut, terutama dalam hal kualitas saat bermain dengan bola.
Perez menilai Willem II memiliki peluang lebih besar mencetak gol ketika menghadapi Paes dibandingkan saat berhadapan dengan ter Stegen.
"Penjaga gawang yang bermain hari ini (Maarten Paes) sedikit lebih rendah levelnya, jadi Willem II tidak perlu berusaha terlalu keras untuk mencetak gol," ujar Perez kepada ESPN.
![Dua pemain Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Nathan Tjoe-A-On, sama-sama tampil saat Ajax Amsterdam menghancurkan Willem II dengan skor 5-1 pada laga tunda pekan ketiga Liga Belanda. [Instagram Maarten Paes]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/16/81113-maarten-paes.jpg)
Perez kemudian menjelaskan bahwa keberadaan ter Stegen di bawah mistar bisa memberikan tekanan tersendiri kepada pemain lawan.
Menurutnya, pemain akan merasa harus melakukan penyelesaian yang jauh lebih sempurna ketika berhadapan dengan mantan kiper Barcelona tersebut.
"Ketika menghadapi Ter Stegen, Anda bisa melihat para pemain sadar bahwa mereka harus melakukan penyelesaian jauh lebih baik dibandingkan saat menghadapi hampir semua kiper lainnya," kata eks winger Ajax dan PSV itu.
Mantan pemain tersebut bahkan membandingkan ter Stegen dengan dua kiper yang pernah ia hadapi pada masa bermain, Maarten Stekelenburg dan Sergio Romero.
Menurut Perez, kualitas seorang kiper elite bisa membuat pemain lawan merasa mencetak gol menjadi sesuatu yang lebih sulit.
"Rasanya seperti mencetak gol melawannya punya nilai lebih," tutur Perez.
Perez juga menyoroti perbedaan gaya bermain dengan Maarten Paes.
Salah satu aspek yang menjadi perhatiannya adalah kemampuan kedua kiper dalam memainkan bola dengan kaki.
"Paes sangat tidak yakin ketika terlibat dalam permainan dengan kaki, sedangkan Ter Stegen sama sekali tidak seperti itu," ujar Perez.
Menurut Perez, keputusan Ajax mendatangkan ter Stegen dari Barcelona merupakan peningkatan besar bagi tim.
Perez menilai kualitas seorang penjaga gawang dapat memberikan perbedaan signifikan dalam sebuah pertandingan.
Perez kemudian menggunakan kiper FC Twente, Lars Unnerstall, sebagai contoh.
Ia menilai keberadaan kiper berkualitas dapat membuat sebuah tim terhindar dari situasi sulit sejak awal pertandingan.
"Ini seperti Lars Unnerstall di FC Twente dalam beberapa tahun terakhir. Tanpa dia, terkadang Anda bisa tertinggal dengan sangat cepat dalam sebuah pertandingan," kata Perez.