- Mantan pemain akademi Sporting CP dan Chelsea, Fabio Paim, didakwa atas dugaan pemerkosaan terhadap mahasiswi di Faro, Portugal.
- Jaksa menyatakan peristiwa tersebut terjadi pada April 2023, dengan persidangan dijadwalkan mulai 18 November 2026.
- Bukti biologis pada pakaian korban dilaporkan cocok dengan profil genetik mantan pesepak bola tersebut.
Suara.com - Fabio Paim pernah digadang-gadang sebagai salah satu talenta terbesar akademi Sporting CP, bahkan disebut berpotensi melampaui Cristiano Ronaldo.
Namun, karier mantan pesepak bola Portugal itu justru jauh dari ekspektasi.
Kini, di usia 38 tahun, Paim kembali menjadi sorotan setelah didakwa atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi di Faro, Portugal.
Kasus tersebut berkaitan dengan peristiwa yang diduga terjadi pada April 2023.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari A Bola, persidangan dijadwalkan dimulai pada 18 November 2026.
Menurut dakwaan jaksa, Paim diduga mengikuti seorang perempuan yang ditemuinya di sebuah bar hingga ke tempat tinggalnya yang dihuni sejumlah mahasiswi.
Paim dituduh mendobrak pintu apartemen sebelum menyerang salah satu penghuni yang merupakan teman serumah perempuan tersebut.
Dalam dakwaan itu, korban disebut ditarik rambutnya, dibenturkan ke dinding, kemudian diperkosa.
Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan bukti biologis yang ditemukan pada pakaian korban, yang dilaporkan memiliki kecocokan dengan profil genetik mantan pemain tersebut.
Bakat Besar yang Gagal Bersinar
Jauh sebelum tersandung berbagai kontroversi, Fábio Paim dikenal sebagai salah satu pemain muda berbakat di akademi Sporting CP.
Kemampuan teknik, kreativitas, dan kelincahannya membuat ia diprediksi memiliki masa depan cerah di dunia sepak bola profesional.
Paim juga pernah berlatih bersama Cristiano Ronaldo di akademi klub asal Lisbon tersebut.
Ronaldo bahkan dikabarkan menilai mantan rekan mudanya itu memiliki potensi untuk menjadi pemain yang lebih baik daripada dirinya.
Namun, prediksi tersebut tidak pernah terwujud. Setelah meninggalkan Sporting CP, Paim berpindah-pindah klub dan negara, tetapi gagal membangun karier yang stabil di level tertinggi sepak bola.
Jadi Bintang Film Porno
Di luar persoalan hukum, Paim ternyata pernah berkecimpung di ndustri hiburan dewasa.
Paim dilaporkan terlibat dalam sebuah film pornografi bersama sejumlah kreator konten dewasa yang dipasarkan melalui Telegram dengan harga 79 euro.
Tak berhenti disitu, Paim pada 2019 ditangkap Polícia de Segurança Pública (PSP), kepolisian Portugal, di Alcoitão, wilayah Cascais. Penangkapan tersebut berkaitan dengan penyelidikan dugaan perdagangan narkotika.
Menurut informasi mengenai dakwaan jaksa yang diberitakan media Portugal saat itu, Paim diduga terlibat dalam penjualan kokain di kawasan Cascais sejak awal 2019.
Polisi dilaporkan menemukan uang tunai dan narkotika dalam penggeledahan tempat tinggal serta mobilnya.
Saat ditangkap, ia juga disebut membawa uang 120 euro yang disembunyikan di pakaian dalamnya. Paim kemudian ditahan di Rumah Tahanan Caxias selama sekitar 10 bulan.