-
PPKGBK memperkuat struktur tanah lapangan SUGBK guna menampung panggung konser berbeban berat.
-
Pengerjaan struktur ditargetkan selesai November 2026 dan siap dipakai penuh April 2027.
-
Pengelola menjamin fungsi utama SUGBK sebagai kandang Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas.
Suara.com - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) mulai melakukan penguatan struktur lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang merupakan kandang Timnas Indonesia. Proyek ini dilakukan untuk menjaga kualitas lapangan yang selama ini dipakai Kevin Diks dan kawan-kawan.
Penguatan tersebut menyasar area Field of Play (FOP) atau lapangan utama SUGBK. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PPKGBK meningkatkan kualitas fasilitas stadion agar mampu mengakomodasi berbagai kegiatan berskala besar tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai arena olahraga khususnya sepak bola.
Salah satu alasan dilakukannya penguatan struktur adalah meningkatnya penggunaan konsep panggung 360 derajat atau center stage dalam konser musik dunia. Konsep tersebut menempatkan panggung di tengah lapangan sehingga membutuhkan daya dukung struktur yang lebih besar.
Saat ini, kapasitas daya dukung lapangan SUGBK berada di kisaran 150–200 kilogram per meter persegi. Beban panggung dan peralatan produksi konser berpotensi melampaui kemampuan struktur eksisting jika tidak dilakukan peningkatan.
Kondisi tersebut bisa berdampak pada kerusakan lapisan bawah lapangan, perubahan elevasi sistem drainase, hingga munculnya genangan air. Selain itu, kerataan permukaan lapangan juga berpotensi terganggu.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, mengatakan penguatan struktur ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas dan keamanan SUGBK di tengah meningkatnya kebutuhan penyelenggaraan berbagai acara internasional.
“Penguatan struktur ini adalah investasi untuk memastikan bahwa SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan,” kata Rakhmadi dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).
Selama ini, SUGBK tidak hanya menjadi lokasi pertandingan sepak bola, tetapi juga berbagai kegiatan berskala internasional.
Stadion tersebut pernah menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan Timnas Indonesia, termasuk ketika skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Di luar sepak bola, SUGBK juga menjadi lokasi sejumlah agenda besar, mulai dari kegiatan keagamaan hingga konser musisi dunia seperti Coldplay, BLACKPINK, dan Kanye West.
Ke depan, stadion kebanggaan Indonesia itu juga dijadwalkan menjadi lokasi konser BTS dan Westlife pada 2027.
PPKGBK menegaskan bahwa pengembangan fasilitas tersebut tidak berarti mengurangi prioritas stadion sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan olahraga. Sebaliknya, penguatan struktur justru ditujukan agar SUGBK tetap mampu menjalankan berbagai fungsi dengan standar keamanan dan kualitas yang terjaga.
Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Mokhamad Rofik Anwar, menjelaskan bahwa upaya menjaga kualitas lapangan telah dilakukan secara berkelanjutan. Pada 2022, revitalisasi lapisan rumput juga dikerjakan untuk menyambut Piala Dunia U-20 2023.
Proses tersebut melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan berpengalaman, mulai dari pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, perataan permukaan, penanaman rumput, hingga perawatan intensif.
"Komitmen terhadap kualitas lapangan bukan hal baru bagi PPKGBK," ujar Rofik.
"Pada tahun 2022, revitalisasi lapisan rumput telah dilakukan dalam rangka menyambut Piala Dunia U-20 2023 dengan melibatkan para ahli dan stakeholder berpengalaman. Proses tersebut mencakup pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling, penanaman rumput, hingga perawatan intensif," kata Rofik.
Dalam program terbaru ini, PPKGBK menyiapkan dua langkah utama, yakni modernisasi peralatan dan perkuatan pondasi lapangan. Tahapan modernisasi peralatan telah berjalan, sementara pekerjaan struktural ditargetkan rampung pada November 2026.
Setelah itu, uji coba penggunaan peralatan modern dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027. PPKGBK menargetkan SUGBK kembali dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga pada akhir April 2027.
Kepala Divisi Pembangunan dan Pemeliharaan GBK, David Prastyan, menjelaskan bahwa seluruh tahapan tersebut telah dirancang agar peningkatan fasilitas berjalan secara bertahap dan terukur.
"Program peningkatan FOP SUGBK ini telah berjalan secara bertahap, yang diawali dengan tahapan modernisasi peralatan. Pekerjaan struktural ini ditargetkan selesai pada November 2026. Selanjutnya, trial dengan peralatan modern akan diaplikasikan pada Februari 2027."
"Dengan demikian, SUGBK dipastikan sudah kembali dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga pada akhir April 2027. Perencanaan proyek menjadi bagian penting bagi inovasi di dalam menjaga dan memelihara sarana dan prasarana di GBK," ujar David.
PPKGBK memastikan penguatan struktur lapangan tidak akan menggeser fungsi utama SUGBK sebagai kandang Timnas Indonesia maupun lokasi agenda kenegaraan. Stadion tersebut tetap diprioritaskan untuk kepentingan olahraga dan kegiatan negara sebelum digunakan untuk kepentingan lainnya.
Rakhmadi berharap peningkatan fasilitas ini dapat menjadi contoh bagi pengelolaan stadion nasional lainnya agar kualitas dan manfaatnya bagi masyarakat tetap terjaga.
“Harapan kami, langkah ini dapat menjadi contoh bagi stadion-stadion nasional lainnya agar kualitas dan kebermanfaatannya bagi khalayak terus terjaga."
"Sebagai kawasan olahraga negara, kami pastikan stadion sepak bola di GBK akan selalu menjadi rumah utama bagi Timnas Indonesia dan agenda kenegaraan sebelum digunakan untuk kepentingan lainnya,” tutup Rakhmadi.