- Media Italia La Gazzetta dello Sport melaporkan performa Sassuolo menurun tajam setelah melewati delapan pertandingan Liga Italia 2026/2027.
- Absennya bek Jay Idzes dan Leysen memperburuk lini belakang Sassuolo yang kini telah kebobolan total enam belas gol.
- Sassuolo hanya meraih satu poin dari empat laga terakhir sehingga posisi mereka di klasemen sementara turun enam tingkat.
Suara.com - Performa Sassuolo mulai merosot tajam di Liga Italia 2026/2027. Absennya bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, bersama Leysen disebut menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi lini belakang tim berjuluk Neroverdi tersebut.
Media Italia, La Gazzetta dello Sport menyoroti penurunan performa Sassuolo setelah melewati delapan pertandingan.
Tim asuhan Alberto Aquilani itu hanya mengumpulkan satu poin dari empat laga terakhir.
Situasi tersebut berbanding terbalik dengan awal musim Sassuolo yang cukup menjanjikan.
Setelah empat pertandingan, mereka mampu mengoleksi tujuh poin, termasuk kemenangan atas Torino dan Juventus.
Namun, tren positif itu tidak berlanjut. Sassuolo mulai kehilangan ketajaman di lini depan sekaligus menunjukkan kelemahan dalam mengantisipasi serangan lawan.

Pertahanan Sassuolo Kebobolan 16 Gol
Salah satu persoalan utama Sassuolo terletak pada rapuhnya lini pertahanan. Dari delapan pertandingan yang sudah dijalani, mereka telah kebobolan 16 gol atau rata-rata dua gol setiap laga.
La Gazzetta dello Sport menyoroti absennya Jay Idzes dan Leysen yang semakin membebani sektor belakang.
Kehilangan dua pemain tersebut dinilai ikut memengaruhi keseimbangan permainan Sassuolo, termasuk ketika membangun serangan.
Masalah Sassuolo juga terlihat ketika menghadapi Como.
Dalam pertandingan tersebut, Neroverdi bukan hanya gagal mencetak gol, tetapi juga tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang lawan.
Catatan itu memperlihatkan betapa sulitnya Sassuolo menemukan kembali permainan terbaik.
Dalam empat pertandingan terakhir, mereka hanya mencetak empat gol, sementara sembilan gol bersarang di gawang sendiri.
Jay Idzes Absen Saat Sassuolo Terpuruk
Absennya Idzes menjadi perhatian tersendiri karena bek Timnas Indonesia itu merupakan bagian penting dari sektor pertahanan Sassuolo.
Bersama Leysen, ketidakhadirannya disebut semakin terasa ketika tim harus menghadapi tekanan lawan.
Situasi ini juga berdampak terhadap permainan menyerang.
Sassuolo dinilai kesulitan mengembangkan permainan karena kualitas lini depan tidak ditopang keseimbangan dan soliditas pertahanan.
Pelatih Alberto Aquilani sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan pentingnya agresivitas dan efektivitas dalam permainan.
Menurut laporan tersebut, kualitas individu saja tidak cukup apabila tidak disertai ketegasan dan kemampuan memaksimalkan peluang.
Penurunan posisi di klasemen turut menggambarkan kemerosotan Sassuolo. Setelah sempat berada di peringkat kesembilan usai mengalahkan Juventus, mereka kini turun enam posisi setelah sejumlah pesaing berhasil menyalip.