SuaraCianjur.Id,- Video dua orang laki-laki yang sedang menandu warga dalam kondisi sakit, dikarenakan jalan rusak mendapatkan tanggapan dari Bupati Cianjur Herman Suherman.
Herman Suherman berkilah jika jalan tersebut berstatus jalan desa, sehingga sudah seharusnya dibangun menggunakan anggaran desa.
Namun demikian, Pemkab Cianjur mencoba berusaha mengalokasikan anggaran untuk membantu perbaikan jalan tersebut.
“Seharusnya memang oleh anggaran atau dana desa, tapi kita akan coba usahakan agar bisa dibantu juga oleh Pemkab. Saya akan koordinasikan dengan dinas terkait, yang penting jalan tersebut bisa segera bagus dan warga mudah untuk aktivitas,” kata dia dikutip dari Suara.com, Minggu (7/8/2022).
Selain itu Herman juga mengatakan, Pemkab Cianjur juga akan menginstruksikan petugas kesehatan di Dinkes dan Puskesmas yang ada, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke Kampung Halimun.
“Kita ada program dokter anjang ka warga, yakni petugas kesehatan datang langsung ke masyarakat untuk mengecek kesehatan. Kita akan maksimalkan, jadi kalau yang sakitnya ringan bisa ditangani lewat program tersebut, kalau berat akan dirujuk ke rumah sakit,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan dua orang laki-laki yang sedang di membawa warga yang sakit karena jalan rusak. Peristiwa tersebut dialami seorang warga di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pasalnya seorang warga dengan nama Anan dilaporkan mengalami kecelakaan hingga memerlukan perawatan medis secepatnya, namun urung didapatkan karena kondisi jalan yang rusak parah.
Kondisi jalan yang rusak parah membuat ambulans tidak bisa mengakses desa mereka. Alhasil korban yang sedang dalam kondisi kepala berdarah itu, harus ditandu menggunakan bambu dan sarung oleh beberapa warga.
Peristiwa itu dialami oleh seorang warga Kp. Halimun RT/RW 004/009 Desa Mekarjaya pada 31 Juli 2022.
"Bapak Anan mengalami jatuh di belakang rumahnya dan terkena batu di bagian kepala dan pembuluh darah pecah," ujar @net2netnews melanjutkan, dikutip Suarajabar.id -jaringan Suara.com, pada Kamis (4/8/2022).
Saat itu korban dalam kondisi tak sadarkan diri pasca kecelakaan, sehingga bantuan mobil ambulans sangat diperlukan untuk membawannya ke rumah sakit.