“Aku pengen mati, kalau nyayat takut darah, minum obat nyamuk kalau enggak mati sakit tenggorokan. Aku mau bunuh diri yang enggak sakit dan di momen itu aku depresi empat hari enggak keluar kamar sampai takut buka Instagram,” jelasnya.
Namun beruntung orang tua Prilly akhirnya membuatnya sadar dan meminta untuk mensyukuri kehidupannya yang terjadi hingga sekarang. Orang tuanya memberikan paham apa yang dimiliki oleh Prilly seperti ketenaran dan rejeki adalah keinginan yang yang diidamkan oleh semua orang, namun tidak bisa.
“Habis itu aku sadar, ya apa gunanya mengakhiri hidup aku karena judgement orang lain yang engak benar. Karena yang tahu diri kita adalah kita. Yang buat sadar orang tua,” sambungnya.
Ayahnya juga mengingatkan betapa dirinya gampang mendapatkan follower di Instagram dibanding orang lain. Juga mengingatkan bahwa yang ngebully hanyalah sekian persen dari yang benar benar mencintai.
“(Ayahnya bilang) ‘Karena mereka kamu enggak mensyukuri berkah yang Tuhan kasih, mendingan kamu salat dan minta maaf sama Tuhan’. Ternyata banyak hal yang bisa aku syukuri,” kata Prilly.