Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 27 Mei 2026 | 10:15 WIB
Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam
Perwakilan Kebun Raya Eka Karya Bali dalam Inisiatif Penanaman 1.000 Pohon di Nuanu Creative City. (Dok. Nuanu Creative City)
baca 10 detik
  • Magic Garden dan Nuanu Social Fund menanam 1.000 pohon lokal di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, Bali.
  • Kolaborasi dengan Kebun Raya Eka Karya Bali dilakukan untuk memastikan pemilihan spesies dan keberlangsungan jangka panjang.
  • Inisiatif ini melibatkan partisipasi publik untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian lingkungan di kawasan tersebut.

Suara.com - Di tengah laju pembangunan pariwisata dan kawasan komersial di Bali, ruang hijau kerap menjadi salah satu aspek yang paling rentan tergerus. Alih fungsi lahan, meningkatnya kebutuhan infrastruktur, hingga tekanan terhadap ekosistem lokal memunculkan pertanyaan penting: bisakah pembangunan berjalan tanpa mengorbankan lingkungan?

Pertanyaan itu menjadi latar belakang inisiatif penanaman 1.000 pohon yang digagas oleh Magic Garden dan didukung Nuanu Social Fund di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, Bali. Program ini menargetkan penanaman seribu spesies pohon lokal di berbagai area publik, mulai dari taman, area pura, pinggir jalan, hingga ruang yang berhubungan langsung dengan aktivitas komunitas.

Langkah tersebut tidak sekadar menambah jumlah pepohonan. Di tengah kekhawatiran berkurangnya tutupan hijau akibat pembangunan, inisiatif ini mencoba menghadirkan pendekatan berbeda: menjadikan restorasi ekologi sebagai bagian dari proses pengembangan kawasan sejak awal.

“Sebagai sebuah pengembangan kawasan, Nuanu bisa dijelaskan dengan sederhana: ketika semuanya selesai dibangun, jumlah pohon di sini akan lebih banyak dibanding saat kami memulainya,” kata CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll.

Menurut Lev, ukuran keberhasilan sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh jumlah bangunan, fasilitas, atau kunjungan wisatawan, tetapi juga oleh kesehatan ekosistem yang tumbuh di sekitarnya. Karena itu, pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan kawasan.

Meski demikian, menanam pohon bukanlah solusi instan terhadap berbagai persoalan lingkungan. Banyak program penghijauan berhenti pada seremoni penanaman tanpa memastikan keberlangsungan pohon dalam jangka panjang. Tingkat kelangsungan hidup tanaman, pemilihan spesies yang sesuai, hingga keterlibatan masyarakat menjadi faktor yang menentukan keberhasilan restorasi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Nuanu menggandeng Kebun Raya Eka Karya Bali. Lembaga konservasi tersebut memiliki pengalaman dalam pelestarian tanaman lokal, pengelolaan biodiversitas, serta praktik restorasi berbasis ekosistem.

“Kami melihat adanya keselarasan nilai dengan Nuanu, terutama dalam bagaimana lingkungan ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan jangka panjang, bukan sekadar pelengkap,” ujar Hadhiyyah N. Cahyono, Assistant Manager of Horticulture Sub-Holding Bali Botanical Garden & Purwodadi Botanical Garden.

Kolaborasi ini memastikan spesies yang ditanam merupakan tanaman lokal yang sesuai dengan kondisi lingkungan Bali. Selain membantu menjaga keanekaragaman hayati, pendekatan tersebut juga meningkatkan peluang keberhasilan pohon untuk tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.

baca juga

Di sisi lain, program ini juga berupaya menjawab persoalan yang kerap muncul dalam berbagai proyek lingkungan, yakni rendahnya keterlibatan masyarakat. Karena itu, anggota komunitas, pegiat lingkungan, media, hingga pengunjung dilibatkan langsung dalam proses penanaman. Setiap peserta bahkan dapat memberikan penanda pada pohon yang mereka tanam sebagai bentuk ikatan personal dengan pohon tersebut.

Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari, menilai keterlibatan publik menjadi kunci agar upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti sebagai proyek sesaat.

“Tanggung jawab terhadap lingkungan harus hadir melalui tindakan yang nyata dan dilakukan secara berkelanjutan. Inisiatif ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih dekat antara manusia dan alam,” ujarnya.

Menurut Auditya, ketika masyarakat merasa memiliki hubungan dengan lingkungan yang mereka bangun bersama, akan tumbuh rasa tanggung jawab kolektif untuk menjaga dan merawatnya.

Lebih jauh, program ini menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan tidak harus ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling bertentangan. Dengan perencanaan yang tepat, ruang publik dapat berfungsi sekaligus sebagai area sosial, ruang edukasi, dan habitat bagi biodiversitas lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Gelas Reusable Tak Selalu Lebih Ramah Lingkungan, Ini Temuan Peneliti

Gelas Reusable Tak Selalu Lebih Ramah Lingkungan, Ini Temuan Peneliti

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:56 WIB

Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?

Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

Bukan Soal Biaya, Mengapa ESG Perlu Dilihat Sebagai Cara Kelola Risiko?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Kupas Lagu Teh Hijau Tulus, Sulitnya Mencari Rasa yang Hilang

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:00 WIB

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Inul Daratista Ungkap Cara Manjakan Kucing Kesayangan, Ternyata Waktu Makan Jadi Momen Bonding

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:59 WIB

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Spesifikasi Redmi Note 17 Series Lengkap, Ada yang Bawa Baterai 10.000 mAh & Anti Air 72 Jam

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 16:58 WIB

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

Menkeu Suahasil Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil hingga Dony Oskaria Ikut Hadir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 16:56 WIB

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:54 WIB

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 16:48 WIB

×