Siasat Putri Candrawathi Soal Pelecehan Seksual di Magelang Jadi Blunder, Kabareskrim: Tidak Laporkan Kejadian Tersebut

Suara Cianjur Suara.Com
Rabu, 07 September 2022 | 09:05 WIB
Siasat Putri Candrawathi Soal Pelecehan Seksual di Magelang Jadi Blunder, Kabareskrim: Tidak Laporkan Kejadian Tersebut
Tersangka pembunuhan berencana Putri Candrawathi saat menjalani proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa / Tangkapan Layar POLRI TV)

SuaraCianjur.id- Narasi soal kasus pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah kini kembali mencuat. Alasan itu seperti sebuah ‘blunder’ yang dibuat sendiri.

Seperti yang diketahui, mantan Kadiv Propam Polri kini telah menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Ia menyuruh istrinya untuk membuat laporan pelecehan seksual yang dialaminya dengan lokasi di rumah dinas Jalan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Laporan tersebut dibuat Putri pada hari Jumat (8/7) saat kematian Brigadir J.

Dalam berjalannya waktu, laporan yang dilakukan Sambo untuk mendukung skenario baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J itu gugur. Penyidik Bareskrim Polri menyatakan tidak ada alat bukti kuat yang bisa membuktikan hal tersebut.

Setelah laporan itu digagalkan, pengakuan Putri Candrawathi kepada Komnas HAM dan Komnas Perempuan harkat dan martabat dirinya benar-benar dinodai oleh Brigadir J, saat berada di Magelang.

Bahkan Komnas Perempuan menyebut jika Putri Candrawathi diperkosa di Magelang, tepatnya pada hari Kamis (7/7) petang. Waktu tersebut sehari sebelum Brigadir J dieksekusi tembak.

Pengakuan Putri Candrawathi tersebut, sejalan dengan motif yang diungkapkan oleh Sambo etika dilakukan pemeriksaan oleh Timsus di Mako Brimob, tentang alasan dirinya merencanakan pembunuhan terhadap ajudannya sendiri, pada hari Kamis (11/8) lalu.

Sambo kesal dan marah, karena harkat martabat keluarganya dilukai oleh Brigadir J di Magelang.

Dikatakan Kabareksirm Polri, Komjen Agus Andrianto cukup menyayangkan kenapa laporan Putri Candrawathi tidak membuat dugaan kasus pelecahan seksual yang terjadi di Magelang.

Baca Juga: Asyik! Kata Menaker BSU 2022 akan Ditransfer Hari Jumat Pekan Ini ke Karyawan

Keputusan untuk melaporkan TKP terjadinya dugaan pelecehan seksual di Duren Tiga bukan di Magaleng itulah, yang seolah menjadi kesalahan sendiri. Tentu saja pengakuan atas dugaan kasus itu terjadi sangat janggal.

"Sayangnya mereka tidak melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, sehingga tak ada olah TKP dan pengambilan bukti-bukti terkait kejadian (di Magelang) tersebut,” ujar Komjen Agus kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/9) kemarin. 

Komjen Agus mengungkapkan bahwa soal dugaan kasus tersebut pahrus disertai dengan bukti yang nyata.

“Apapun yang dinarasikan bagi kami penyidik harus didukung alat bukti yang ada,” terang jenderal bintang tiga tersebut.

"Saya pernah ungkapkan yang tau hanya Allah, PC dan almarhum J yang tahu pastinya. Kebenaran hakiki hanya milik Allah SWT. Kebenaran duniawi tentunya didasari atas keterangan saksi-saksi dan bukti," ungkapnya.

Sementara itu seperti yang dikatakan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, kalau kediaman Putri di Magaleng tidak memiliki CCTV.

"Tidak ada CCTV di rumah Magelang," kata Andi di Jakarta, Sabtu (3/9) kemarin.

Sementara itu Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu juga telah mengatakan ada beberapa kejanggalan, soal kasus pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi di Magelang.

Edwin menyebut setelah dugaan pelecehan seksual itu terjadi, ada percakapan antara Putri dengan Bripka RR yang menanyakan keberadaan Brigadir J

“Jadi agak aneh orang yang melakukan kekerasan seksual tapi korban masih tanya di mana Joshua,” kata Edwin.

Selain itu ada kejanggalan terakhir menurut Edwin, yakni masih ada pertemuan antara Brigadir J dengan Putri di Magelang usai terjadi peristiwa pelecehan seksual. Pertemuan keduanya sangat terasa kejanggalannya.

Edwin menyangsikan jika peristiwa pelecehan seksual itu benar-benar terjadi.

"Kemudian Yosua dihadapkan ke ibu PC hari itu di tanggal 7 di Magelang itu di kamar dan itu kan juga aneh. Seorang korban mau bertemu dengan pelaku kekerasan seksualnya apalagi misalnya pemerkosaan atau pencabulan," kata dia.

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI