SuaraCianjur.id- Cara mengatasi masalah darah tinggi dan kolesterol bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seseorang hanya tinggal ada kemauan untuk tetap konsisten dalam menjalankan pola hidup yang benar dan sehat.
Menurut dr. Zaidul Akbar melalui akun Youtubenya mmeberikan tips kesehatan untuk mengatasi darah tinggi dan kolestrol.
Perlu diketahui, kalau Kolesterol merupakan sebuah lemak yang diproduksi secara alami oleh organ hati. Sementara darah tinggi terjadi akibat tekanan darah terhadap dinding arteri terlalu tinggi.
Dijelaskan oleh dr. Zaidul Akbar sudah ada panduan tentang penatalaksanaan terapi darah tinggi dan kolesterol.
“Perbaiki pola makan, makan yang benar, minum yang benar, maka penyakit tidak akan datang,” saran dari dr. Zaidul Akbar.
Lebih lanjut ia mengatakan ada satu carah yang paling ampuh untuk menekan darah tinggi dan kolestrol dalam diri seseorang. Seharusnya cara ini tidak asing lagi bagi manusia khususnya umat muslim, dengan cara berpuasa.
“Puasa mampu menurunkan kolesterol semua syariat dalam Islam itu menyehatkan,”jelas dr.Zaidul Akbar.
Bahkan dr. Zaidul Akbar menyarankan, untuk melakukan puasa daud dalam satu bulan, dengan 15 hari puasa dan 15 hari makan yang benar.
Untuk mengobati permasalahan ini, seseorangyang mengidap darah tinggi dan kolestrol harus rutin dan konsisten dalam menjaga pola hidupnya.
“Butuh kedisiplinan, komitmen, dan konsisten dalam melakukan itu. Puasa secara mekanisme memiliki banyak efek satu diantaranya dapat menurunkan tensi,” lanjutnya.
Kemudian dr.Zaidul Akbar menjelaskan kalau Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan terapi bekam, untuk kesembuhan dari segala penyakit.
“Nabi mengatakan, kesembuhan itu ada tiga hal, meminum madu, berobat dengan bekam, dan pengobatan kay,” terang dr. Zaidul Akbar.
“Pengobatan paling utama itu adalah berbekam,” tambahnya.
Selain itu, Rasulullah SAW juga telah memberikan panduan kepada umatnya tentang menjalankan pola tidur yang baik.
“Pola tidur berhubungan dengan metabolisme tubuh. Kalau tidurnya tidak benar, sulit untuk sembuh,” kata dr. Zaidul Akbar.