SuaraCianjur.id- Peran orang tua kepada anak sangat penting untuk mempersiapkan masa depannya hingga kesehatan si kecil.
Pentingnya menerapkan pola asuh yang tepat untuk tumbuh dan berkembangnya anak harus diterapkan sejak mereka kecil.
Bukan hanya dari segi kebutuhan fisik yang selalu harus diperhatikan namun sisi psikologis anak pun sangat penting diperhatikan.
Selain asupan pengetahuan agama dan sosial, orang tua harus mengajarkan anak-anaknya tentang kesehatan sejak kecil.
Menurut dr. Zaidul Akbar melansir dari kanal Youtubenya mengatakan agama menjaga seseorang dari perasaan-perasaan marah dan benci, juga menjauhkan sifat berburuk sangka kepada orang lain.
Hal tersebut turut dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam berbagai riwayat, untuk tidak menjelek-jelekan bahkan memfitnah saudara sendiri.
Disebutkan oleh dr.Zaidul Akbar peran orang tua sangat penting untuk kesehatan jantung anak. Bahkan tdak menutup kemungkinan orang tua bisa mejadi faktor utama untuk masalah jantung anak-anaknya.
“Keluarga, dan orang tua bisa menjadi faktor utama penyebab seorang anak terkena penyakit jantung,” kata dr. Zaidul Akbar
Menurut dr.Zaidul Akbar, ketika seorang ibu yang sedang mengandung meluapkan sifat berburuk sangkanya kepada orang lain, saudaranya atau bahkan suaminya maka tidak menutup kemungkinan jika anak yang sedang dikandungnya akan bernasib buruk.
“Ketika seorang wanita sedang hamil terus berburuk sangka sama suaminya anak dalam kandungan akan bernasib buruk,” kata dr. Zaidul.
Untuk menghindari hal tersebut terjadi pada anak, maka orang tua harus mulai merubah sikap dan sifat buruknya. Termasuk memperbaiki pola makan yang sehat demi asupan gizi yang baik terhadap kandungannya.
Asupan pola makan yang baik diiringi sifat yang baik akan mendukung perkembangan janin yang baik pula. Bahkan menurut dr.Zaidul Akbar, selama wanita mengandung baiknya mendekatkan diri kepada agama.
“Supaya anak tidak muncul penyakit jantung gara-gara cetakan dari ibu dan bapaknya maka pebaiki pola makan, berikan makanan yang menguatkan jantung, dan memutus lingkaran setan dengan dipahamkan tentang agama. Ajarkan untuk tidak gampang curiga, buruk sangka, dan memendam benci,” jelas dr.Zaidul Akbar.
Kontributor: M. Syaoqi Anan