Cerdasnya Skenario Sambo Pilih Rumah Dinas Jadi Lokasi Eksekusi Brigadir J, Kuasa Hukum Bongkar Alasannya, Beban Ditanggung Ini

Suara Cianjur

Jum'at, 23 September 2022 | 19:50 WIB
Cerdasnya Skenario Sambo Pilih Rumah Dinas Jadi Lokasi Eksekusi Brigadir J, Kuasa Hukum Bongkar Alasannya, Beban Ditanggung Ini
Kuasa hukum untuk keluarga Brigadir J, Kamaruddin Siamanjuntak. (Foto Istimewa / Tangkapan Layar Youtube)

SuaraCianjur.id- Ada alasan kenapa ferdy Sambo menghabisi nyawa Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Kadiv Propam Polri yang terletak di Jalan Duren Tiga, Jakarta.

Kuasa Hukum untuk keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak membeberkan soal skenario Sambo dalam kasus pembunuhan berencana ini. Hingga kini Kamaruddin masih terus tancap gas untuk memperjuangkan keadilan kliennya dan pantang mundur untuk melawan Ferdy Sambo.

Dalam Channel YouTube Refly Harun, yang diunggah pada hari Rabu (21/9) kemarin turut membongkar alasan kenapa Sambo mengeksekusi Brigadir J di rumah dinasnya.

Menurut Kamaruddin alasan Sambo mengeksekusi Brigadir J di rumah dinasnya, karena biar menjadi beban negara.

“Kenapa ini direncanakan di rumah dinas?Supaya ini jadi beban negara, kan begitu,” ugnkap Kamaruddin mengutip dari YouTube Refly Harun, seperti dilihat pada hari Jumat (23/9/2022).

Menurut Kamaruddin jika hal itu dilakukan di rumah pribadi milik Ferdy Sambo maka rumah tersebut akan diberikan garis polisi.  

“Kemudian ketika rumahnya mau dipake akan terganggu karena dengan tempat kejadian pembunuhan terencana,” jelasnya melanjutkan.

Menurut Kamaruddin Simanjuntak, dengan Sambo merencanakan pembunuhan di rumah dinas, agar hal ini menjadi beban pemerintah.

“Tetapi dia merencakan ini ke rumah dinas, supaya rumah dinas ini menjadi beban pemerintah. Ketika mau dipake ya rumah dinasnya tidak bisa karena jadi objek, katakanlah police line kan begitu sedangkan rumahnya menjadi tidak di pilice line,” katanya.

baca juga

“Kemudian kalo rumah tempat kejadian pembunuhan atau kematian biasanya tuh harganya akan turun atau susah dijual. Atau dalam tanda petik istilah pasarnya itu menjadi tempat angker karena diduga ada roh-roh yang gentayangan yang tidak ikhlas mati di situ kan, maka kalau dijual belum tentu ada orang yang mau,” kata dia.

Sehingga dengan memilih rumah dinas dibandingkan dengan rumah pribadi Sambo, maka secara beban hal itu bisa dikatakan menjadi beban negara. Bahkan dirinya menilai jika rencana yang telah dilakukan oleh otak pembunuhan Brigadir J ini sangat cerdas.

“Tetapi karena ini dirancang di rumah dinas bukan di rumah Saguling, Maka ya tentu yang menanggung beban itu menjadi ke negara atau institusi Polri kan gitu. Itulah kecerdasan yang dimiliki  oleh Ferdy Sambo,” kata Kamaruddin.

Menurutnya,  kasus ini sudah terencana dengan matang. Kalaupun kasus pembunuhan ini tidak direncanakan sama sekali, maka proses eksekusi bisa jadi langsung dilakukan di rumah pribadinya.

“Jadi ini terencana dan andaikan ini tidak terencana maka kejadiannya itu di rumah Saguling begitu datang dari Magelang karena emosi eksekusi di rumah Saguling. Tapi karena dia sadar untuk merencanakan hal itu, makanya setelah sampai di rumah Saguling di bawa dulu ke rumah dinas,” jelas Kamaruddin.

Bahkan pada saat detik-detik pembunuhan, tampak dalam rekonstruksi pun kalau Ferdy Sambo sudah menggunakan sarung tangan hitam, dan memang dilakukan secara sadar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kuasa Hukum Brigadir J Pasang Waspadai Pergerakan Ferdy Sambo, Sudah Dipecat Takhta Hilang Masih Punya Uang

Kuasa Hukum Brigadir J Pasang Waspadai Pergerakan Ferdy Sambo, Sudah Dipecat Takhta Hilang Masih Punya Uang

Cianjur | Kamis, 22 September 2022 | 16:50 WIB

Mantan Jenderal Sebut 2 Orang Ini Jadi Biang Kerok di Kasus Ferdy Sambo Sampai Bikin Polri Ruwet

Mantan Jenderal Sebut 2 Orang Ini Jadi Biang Kerok di Kasus Ferdy Sambo Sampai Bikin Polri Ruwet

Cianjur | Kamis, 22 September 2022 | 12:41 WIB

Ada Upaya Ulur Waktu Jika Ferdy Sambo Gugat Polri ke PTUN Tak Terima Dipecat, Polri Siap Pasang Badan

Ada Upaya Ulur Waktu Jika Ferdy Sambo Gugat Polri ke PTUN Tak Terima Dipecat, Polri Siap Pasang Badan

Cianjur | Kamis, 22 September 2022 | 11:10 WIB

Terkini

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Jakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

×