OPINI: Duka Sepak Bola Indonesia, Pelajaran Tragedi Stadion Kanjuruhan dan Upaya Mendidik Suporter

Suara Cianjur

Minggu, 02 Oktober 2022 | 01:00 WIB
OPINI: Duka Sepak Bola Indonesia, Pelajaran Tragedi Stadion Kanjuruhan dan Upaya Mendidik Suporter
Ace Somantri Kepala Lembaga Pengkajian, Pengembangan Pendidikan & Kewirauahaan di Universitas Muhammadiyah Bandung (Foto Istimewa / Dok. Pribadi)

Oleh : Ace Somantri

SuaraCianjur.id- Sepak bola olahraga paling populer dan merakyat, siapapun berpeluang menjadi pemain andalan di berbagai club sepak bola. Baik tingkat lokal, regional, nasional hingga tidak menutup kemungkinan tingkat Internasional. Si bundar menjadi indah di atas rumput hijau, di giring dan di perebutkan oleh dua club yang berhadapan. Pekik terikan suporter memberi semangat para jagoanya yang berlaga di atas lapang sepak bola, tendanga dan sundulan dengan variasi gaya para pemain dengan skill yang menarik dan menggoda para suporter.

Memang jikalau di lihat kasat visual mata, kenapa mesti berebut satu bola? beri saja masing-masing satu bola setiap satu orang pemain, begitu kata seseorang yang iseng sambil berkelakar tertawa.

Gemuruh suara suporter dalam stadion menggema, alunan suara bersahutan dinyanyikan masing-masing kelompok suporter untuk menyemangati clubnya. Berbagai atribut club di pakai, baik itu tshirt, topi, syal, dan akseoris lainnya sebagai penghias. Bahkan, club-club sepak bola nasional memiliki suporter militan yang melekat dalam komunitasnya.

Di Bandung terkenal dengan bobotoh Persib dan Viking Persib, di Jakarta terkenal dengan Jakmania, di Surabaya pun terkenal dengan suporter Bonek dan Arek-arek Suroboyo, tidak ketinggalan di Kota Malang dengan suporter Aremania. Dan banyak suporter lainnya yang mewakili club kesayangan masing-masing daerah, namun yang lain tidak seheroik club-club yang memiliki suporter militan dan fanatik seperti yang di sebutkan di atas.

Dunia sepak bola nasional berduka, di Stadion Kanjuruhan menjadi saksi keberutalan pihak-pihak yang terlibat, moment tersebut harus mendidik suporter lebih humanis, hindari kekerasan yang mematikan.

Nyawa melayang sia-sia bergelatakan bak hewan yang keracunan, berbagai media meliput kejadian tersebut di awali dengan keributan antara aparat kepolisian dengan pihak suporter dan pemain sepak bola, dan akhirnya meluas hingga keos tak terhindarkan.

Gas air mata dikeluarkan dengan harapan suporter bubar dan menjauhi area keributan, namun naas sekali justru menimbulkan banyak jiwa melayang baik dari pihak kepolisian maupun suporter sepak bola. Ini tragedi pemecah record selama sejak awal kompetisi sepak bola di Indonesia, menelan korban jiwa hingga tewas berjumlah ratusan orang. Artinya ada hal yang salah dalam setting keamanan kompetisi tersebut, sudah pasti di awali oleh sikap para pihak yang tidak dewasa, tidak jujur dan tidak adil.

Sebuah mobil Polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. [Foto Istimewa / Suara.com / ANTARA/Vicki Febrianto]
Sebuah mobil Polisi rusak di lapangan Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam, akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. (sumber: Foto Istimewa / Suara.com / ANTARA/Vicki Febrianto)

Catatan bagi kita, bahwa mereka manusia bukan hewan. Karakter para suporter dan pemain harus diajarkan dan di didik akan sebuah kejujuran dan seportifitas dalam bermain olahraga. Jangan dijadikan kepentingan pragmatis sesaat, eksploitasi pada permainan sepak bola memang tidak bisa di hindarkan.

baca juga

Kita bisa melihat dengan kasat mata, para suporter sepak bola lebih banyak di dominasi generasi milenial yang notabene generasi masa depan bangsa.

Tidak dipungkiri hampir setiap laga para club sepak bola kebanggaanya bertanding, para suporter rela merogok saku dalam-dalam untuk membeli tiket berharap bisa nonton langsung di stadion. Pekik suara keras dan lontaran kata-kata tidak baik pun terdengar sudah lumrah, bahkan caci maki pada pemain dilapangan sering terjadi, termasuk antar suporter tidak bisa di hindari hingga keributaan dan kerusuhan tidak bisa di hindari.

127 orang lebih menjadi korban kerusuhan yang di pantik oleh sikap tidak dewasa dan adil para pihak. Seharusnya momentum kompetisi sepak bola menjadi ajang menguji diri dari nafsu amarah, yang menanamkan sikap jujur dan adil. Suporter sebagian besar generasi pembelajar, penting bagi para orang tua, guru, dosen, tutor dan ustadz yang banyak bersentuhan dengan mereka kiranya memberikan pemahaman yang komprehensif tetang pentingnya menjaga sikap suporter yang santun dan beradab.

Bagi para bandar dan manajer club sepak bola untuk tidak bosen mengingatkan para pihak terlibat dunia sepak bola untuk mengedepankan keadilan, kejujuran dan sportifitas bertanding. Sanksi dan reward pun harus dikeluarkan kepada club dan suporter terburuk dan suporter terbaik memberi spirit dan motivasi. Justru saat ini yang ada eksploitasi dan di politisasi untuk kepentingan politik dan bisnis semata, boleh dikatakan menggiurkan bagi para pihak tertentu.

Pray for Stadion Kanjuruhan semoga para korban jiwa diberikan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga, peristiwa ini menjadi hikmah bagi negara dan pengelola sepak bola untuk mengedepankan integritas moral.

Berharap siapapun yang bertanggungjawab dalam laga tersebut harus berani lantang bicara untuk mengatakan bertanggunjawab, seluruh korban jiwa benar-benar di santuni dengan layak dan beradab. Negara segera hadir memberi motivasi dan solusi lebih bermartabat dan terhormat, ini merupakan simbol dan pertanda buruk terhadap sepak bola nasional.

Ace Somantri adalah seorang akademisi yang saat ini menjadi Kepala Lembaga Pengkajian, Pengembangan Pendidikan & Kewirauahaan di Universitas Muhammadiyah Bandung. Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua PD Muhammadiyah di Kabupaten Bandung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buntut Tragedi di Stadion Kanjuruhan Laga Persib vs Persija Ditunda, Polda Jabar Bilang Begini

Buntut Tragedi di Stadion Kanjuruhan Laga Persib vs Persija Ditunda, Polda Jabar Bilang Begini

Cianjur | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:16 WIB

Tragedi Duka Stadion Kanjuruhan Malang Bukan Bentrok Antar Suporter, Ini Penjelasan Mahfud MD

Tragedi Duka Stadion Kanjuruhan Malang Bukan Bentrok Antar Suporter, Ini Penjelasan Mahfud MD

Cianjur | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:49 WIB

Tim DVI Polri Dikirim ke Jatim Usai Tragedi Stadion Kanjuruhan yang Sebabkan 127 Orang Meninggal

Tim DVI Polri Dikirim ke Jatim Usai Tragedi Stadion Kanjuruhan yang Sebabkan 127 Orang Meninggal

Cianjur | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Terkini

Reshuffle Kemenkeu: Adu Koleksi Kendaraan Purbaya vs Suahasil, Mana yang Lebih Humble?

Reshuffle Kemenkeu: Adu Koleksi Kendaraan Purbaya vs Suahasil, Mana yang Lebih Humble?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 16:42 WIB

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Warga Lampung Selatan Lepas dari Rentenir

14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Bantu Warga Lampung Selatan Lepas dari Rentenir

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:42 WIB

Teken SKB Ruang Bersama Indonesia, Mendagri Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Daerah

Teken SKB Ruang Bersama Indonesia, Mendagri Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Daerah

News | Senin, 14 September 2026 | 16:41 WIB

Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat

Tangani Kebakaran TPAS Galuga 24 Jam, Bupati Bogor Kerahkan Tim Patroli Jalan Kaki hingga Alat Berat

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 16:40 WIB

Suahasil Buka Suara soal Perombakan 350 Pejabat Eselon III Era Purbaya

Suahasil Buka Suara soal Perombakan 350 Pejabat Eselon III Era Purbaya

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 16:40 WIB

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Video | Senin, 14 September 2026 | 16:35 WIB

Pagi Ditelepon Istana Sore Dilantik, Suahasil Nazara Ceritakan Kilatnya Proses Jadi Menkeu

Pagi Ditelepon Istana Sore Dilantik, Suahasil Nazara Ceritakan Kilatnya Proses Jadi Menkeu

News | Senin, 14 September 2026 | 16:35 WIB

Media Asing Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Sudah Lama Ditunggu, Akhirnya Purbaya Dicopot

Media Asing Sebut Reshuffle Kabinet Prabowo Sudah Lama Ditunggu, Akhirnya Purbaya Dicopot

News | Senin, 14 September 2026 | 16:30 WIB

5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan

5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 16:30 WIB

Purbaya Dicopot dari Menkeu, DPR: Presiden Paling Tahu Siapa yang Layak dan Tidak

Purbaya Dicopot dari Menkeu, DPR: Presiden Paling Tahu Siapa yang Layak dan Tidak

News | Senin, 14 September 2026 | 16:29 WIB

×