Hasil Investigasi Media The Washington Post Sebut Polisi Indonesia Lontarkan 40 Amunisi Picu Kengerian Kanjuruhan

Suara Cianjur

Kamis, 06 Oktober 2022 | 17:08 WIB
Hasil Investigasi Media The Washington Post Sebut Polisi Indonesia Lontarkan 40 Amunisi Picu Kengerian Kanjuruhan
aksi 1.000 lilin Tragedi Kanjuruhan (Foto Istimewa / Suara.com)

SuaraCianjur.id- Tragedi Kanjuruhan Malang menjadi sorotan dunia karena tewasnya 131 orang. Insiden ini menjadi catatan kelam bagi Indonesia khususnya dunia sepakbola.

Insiden maut ini menjadi hal paling mematikan kedua dalam sejarah kelam sepakbola. Hal ini lantas mendorong investigasi dari media internasional.

Bahkan media asal Amerika Serikat, The Washington Post, telah mengungkap hasil dari investigasi soal insiden maut di Stadion Kanjuruhan, Malang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya.

Soal ini dirilis dalam headline "How Police Action In Indonesia Led to a Deadly Crush in The Soccer Stadium” (Bagaimana Tindakan Polisi di Indonesia Sebabkan Peristiwa Mematikan di Stadion Sepakbola) pada hari Kamis (6/10/2022).

Seperti yang dilansir dari Suara.com, dalam investigasi disebutkan rentetan besar soal amunisi gas air mata, yang ditembakan ke para suporter oleh Polisi Indonesia, diduga sebagai pemicu insiden fatal hingga menewaskan ratusna orang.

Setidaknya ada 40 amunisi yang dilontarkan ke arah kerumunan, dalam rentan waktu 10 menit. Tentu hal itu membuat para penonton yang ada di Stadion Kanjuruhan, berhamburan menuju pintu keluar.

Disebutkan juga oleh media internasional itu, kalau Polisi Indonesia diduga melanggar protokol nasional, dan pedoman keamanan internasional dalam pertandingan sepak bola.

The Washington Post mengungkap, 40 amunisi dari kepolisian itu meliputi gas air mata, flashbang dan flare.

Akibatnya banyak suporter terinjak-injak, sampai mati atau tertimpa tembok dan gerbang logam, karena beberapa pintu keluar dalam kondisi tertutup menurut penyelidikan.

baca juga

Hal tersebut ditinjau berdasarkan pemeriksaan lebih dari 100 video dan foto, termasuk dengan wawancara, berikut 11 saksi dan analisis pakar pengendalian massa dan pembela hak sipil.

Kemudian The Washington Post juga turut mengungkap, tentang bagaimana penggunaan gas air mata dalam menangani ratusan penggemar yang masuk ke area lapangan menyebabkan kerugian besar.

Kemudian, gelombang yang mengerikan terjadi di ujung selatan Stadion Kanjuruhan. Para korban yang selamat mengatakan sebagian besar kematian terjadi dan ada beberapa pintu yang terkunci. Ini didapatkan dari saksi mata. Situasi tersebut semakin memicu kepanikan.

Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto Istimewa / Media Sosial  Twitter]
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang (sumber: Foto Istimewa / Media Sosial Twitter)

Presiden Jokowi juga sudah memberikan perintah peninjauan keamanan dari stadion di negara itu.

Hingga Kamis, para pejabat mengatakan sebanyak 131 orang meninggal dunia, termasuk 40 anak-anak. Sementara menurut kelompok Hak Asasi Manusia dan Amnesty International Indonesia menyebutkan, jumlah korban yang terjadi di Malang bisa capai 200 orang.

Pemerintah Indonesia sudah menyerukan soal penyelidikan terhadap insiden tersebut. Insiden tersebut merupakan salah satu bencana kerumunan paling mematikan, yang pernah tercatat.

Media itu juga menuslikan tentang pejabat kepolisian setempat mengatakan, kalau penggunaan gas air mata dibenarkan akibat adanya anarki. Namun para ahli pengendalian massa meninjau video rekonstruksi yang disediakan oleh The Post tak setuju.

Tanggapan polisi tersebut melanggar protokol Persatuan Sepak Bola Indonesia (FA), yang menyatakan kalau semua pertandingan sepakbola harus mematuhi ketentuan keamanan, yang ditetapkan FIFA, sebagai badan pengatur sepak bola dunia.

Secara tegas FIFA melarang gas air mata sebagai pengendali massa, digunakan dalam stadion. Tak hanya itu, FIFA juga memberikan amanat soal gerbang keluar dan pintu keluar darurat, suapay tidak terhalang setiap saat.

Situasi di Stadion Kanjuruhan Malang usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya [Foto Istimewa / Suara.com / ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]
Situasi di Stadion Kanjuruhan Malang usai Pertandingan Arema FC vs Persebaya (sumber: Foto Istimewa / Suara.com / ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Video yang disediakan secara eksklusif menunjukkan bahwa, kepolisian usai pertandingan berakhair menembakkan 40 amunisi tidak mematikan, ke penggemar di lapangan atau di bagian tribun.

Sebagian besar gas air mata melayang menuju bagian tempat duduk, atau "tribun" nomor 11, 12 dan 13.

Kepolisian yang berdiri di depan seksi 13 bahkan menembakkan gas air mata ke lapangan dan naik ke tribun. Mendorong ribuan penonton supaya mengungsi dari tempat duduk mereka. Hal itu berdasarkan dari video yang telah beredar.

Menurut saksi mata, pemicu yang menjadi kemacetan suporter Arema di pintu keluar, yang hanya cukup lebar untuk dilewati satu atau dua secara sekaligus.

Usai insiden itu, sembilan petugas dan Kapolres Malang diberhentikan dari jabatannya, karena dianggap peran mereka dalam bencana tersebut. Sementara 18 orang lainnya sedang dilakukan pemeriksaan.

Kemudian seorang Profesor dari Universitas Keele di Inggris bernama Clifford Stott, turut mempelajari video soal situasi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Dirinya menuturkan, kalau apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, adalah akibat langsung dari tindakan kepolisian yang dikombinasikan dengan manajemen stadion yang buruk.

Bersama pakar, pengandalian massa lainnya termasuk empat pembela hak-hak sipil dikatakan kalau penggunaan gas air mata oleh polisi tidak profesional.

"Menembakkan gas air mata ke tribun penonton saat gerbang terkunci kemungkinan besar tidak akan menghasilkan apa-apa selain korban jiwa dalam jumlah besar. Dan itulah yang terjadi," kata Stott.

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tersangka Tragedi Kanjuruhan Dalam Waktu Cepat akan Diumumkan Polri, Sudah Ada?

Tersangka Tragedi Kanjuruhan Dalam Waktu Cepat akan Diumumkan Polri, Sudah Ada?

Cianjur | Kamis, 06 Oktober 2022 | 14:44 WIB

Usai Dibantai Indonesia, Timnas Guam Beri Kejutan ke Malaysia Sampai Bikin Pelatih Malu

Usai Dibantai Indonesia, Timnas Guam Beri Kejutan ke Malaysia Sampai Bikin Pelatih Malu

Cianjur | Rabu, 05 Oktober 2022 | 21:03 WIB

Polri Bikin Lomba Tulisan, Tema Humanis Bikin Jempol Warganet Gatal: Gimana Pak Nama Polri Tercoreng di Dunia

Polri Bikin Lomba Tulisan, Tema Humanis Bikin Jempol Warganet Gatal: Gimana Pak Nama Polri Tercoreng di Dunia

Cianjur | Rabu, 05 Oktober 2022 | 20:32 WIB

Terkini

4 Cara Memakai Bedak agar Tahan Lama Tanpa Foundation

4 Cara Memakai Bedak agar Tahan Lama Tanpa Foundation

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:10 WIB

RANS Resmi Melantai di BEI, Raffi - Gigi Raup Rp429,25 Miliar

RANS Resmi Melantai di BEI, Raffi - Gigi Raup Rp429,25 Miliar

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tempat Beli Sepatu Lokal Berkualitas Secara Online di Mana? Ini 8 Tokonya

Tempat Beli Sepatu Lokal Berkualitas Secara Online di Mana? Ini 8 Tokonya

Lifestyle | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:04 WIB

Terpincang-pincang Lawan Maroko, Kylian Mbappe Akui Cedera Engkel

Terpincang-pincang Lawan Maroko, Kylian Mbappe Akui Cedera Engkel

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:03 WIB

Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Siapkah Orang Tua?

Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Siapkah Orang Tua?

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 10:00 WIB

Rumor Samsung Setop Galaxy Z Flip, Galaxy Z Flip8 Disebut Jadi Generasi Terakhir

Rumor Samsung Setop Galaxy Z Flip, Galaxy Z Flip8 Disebut Jadi Generasi Terakhir

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:53 WIB

Kylian Mbappe Peringatkan Prancis Usai Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Jalan Masih Panjang

Kylian Mbappe Peringatkan Prancis Usai Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Jalan Masih Panjang

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062

Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:45 WIB

5 Hal yang Membuat Azka Adziman, Peserta CoC S3 Mencuri Perhatian Penonton!

5 Hal yang Membuat Azka Adziman, Peserta CoC S3 Mencuri Perhatian Penonton!

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:44 WIB

Kylian Mbappe Geser Lionel Messii dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Kylian Mbappe Geser Lionel Messii dari Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 09:43 WIB

×