Amnesty Internasional Nilai Pernyataan Polri Terkait Gas Air Mata Tidak Mematikan Dianggap Prematur

Suara Cianjur | Suara.com

Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:48 WIB
Amnesty Internasional Nilai Pernyataan Polri Terkait Gas Air Mata Tidak Mematikan Dianggap Prematur
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid. (Foto Istimewa / Suara.com - Arga)

SuaraCianjur.id- Polri dinilai tidak memiliki rasa empati terhadap para korban usai pernyataan terkait pelepasan gas air mata di Stadion Kanjuruhan Malang. Hal itu dikatakan oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

Usman menyoroti tentang pernyataan dari Polri tentang gas air mata dalam Tragedi Kanjuruhan Malang yang bersifat tidak mematikan

"Pernyataan kepolisian yang mengatakan bahwa, korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan tidak disebabkan oleh gas air mata itu prematur, tidak empatik," ungkap Usman dalam keterangannya, Kamis (13/10/2022), mengutip dari Suara.com.

Selama ini menurut Usman, penggunaan gas air mata dinilai justru bisa menyebabkan gangguan kesehatan tubuh dan fatal.

Maka dari itu, pihaknya mendesak kepada Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM sampai Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) agar segera menyelidiki jenis gas air mata yang digunakan Polri.

"Beberapa negara penggunaan gas air mata pada masa dahulu, memang digolongkan senjata yang tidak mematikan. Tetapi sekarang penggunaan gas air mata bisa mematikan, bisa mengakibatkan luka yang fatal, bahkan kematian," terang Usman.

Usman juga menilai apa yang disampaiakan oleh Polri sudah mendahului dari proses investigasi.

"Mendahului proses investigasi yang masih berlangsung,” terangnya.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo memberikan pernyataan yang cukup menohok.

Dirinya mengatakan tidak ada riset ilmiah yang yang membuktikan kalau gas air mata itu memiliki sifat mematikan.

"Kalau misalnya terjadi iritasi pada pernafasan, sampai saat ini belum ada jurnal ilmiah menyebutkan bahwa, ada fatalitas gas air mata yang mengakibatkan orang meninggal dunia," ungkap Dedi seperti mengutip dari Suara.com.

Irjen Pol Dedi mengklaim, kalau kepolisian sudah melakukan diskusi bersama beberapa dokter ketika mengunjungi rumah sakit tempat para korban dirawat.

Dan dari hasil itu, disebutkan tidak ada yang menyebutkan penyebab kematian korban akibat dari gas air mata.

"Penyebab kematian adalah kekurangan oksigen karena terjadi desak-desakan, terinjak-injak, bertumpuk-tumpukan, mengakibatkan kekurangan oksigen di pintu 13, pintu 11, pintu 14, dan pintu 3. Ini jatuh korban cukup banyak, jadi perlu saya sampaikan seperti itu," terang jenderal bintang dua tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seluruh Kapolda dan Kapolres di Indonesia Dikumpulkan Jokowi Tidak Boleh Bawa HP dan ADC

Seluruh Kapolda dan Kapolres di Indonesia Dikumpulkan Jokowi Tidak Boleh Bawa HP dan ADC

| Kamis, 13 Oktober 2022 | 19:00 WIB

Fakta Baru! Pengakuan AKBP Ferli Hidayat Terkait  Aturan FIFA Diungkap LPSK di Tragedi Kanjuruhan Malang

Fakta Baru! Pengakuan AKBP Ferli Hidayat Terkait Aturan FIFA Diungkap LPSK di Tragedi Kanjuruhan Malang

| Kamis, 13 Oktober 2022 | 13:10 WIB

Gaduh Temuan Polri dan PSSI di Stadion Kanjuruhan Ternyata Bukan Miras, Netizen: Nyari Kesalahan Rupanya

Gaduh Temuan Polri dan PSSI di Stadion Kanjuruhan Ternyata Bukan Miras, Netizen: Nyari Kesalahan Rupanya

| Kamis, 13 Oktober 2022 | 08:55 WIB

Terkini

Validasi di Media Sosial: Kebutuhan atau Ketergantungan yang Tak Disadari?

Validasi di Media Sosial: Kebutuhan atau Ketergantungan yang Tak Disadari?

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:30 WIB

5 Juta Tiket Terjual, Tapi Reservasi Hotel Sepi, Ada Apa dengan Piala Dunia 2026?

5 Juta Tiket Terjual, Tapi Reservasi Hotel Sepi, Ada Apa dengan Piala Dunia 2026?

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:30 WIB

7 Mobil Pertama yang Irit BBM untuk Pasutri Baru: Harga Termurah dan Onderdil Mudah

7 Mobil Pertama yang Irit BBM untuk Pasutri Baru: Harga Termurah dan Onderdil Mudah

Otomotif | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:27 WIB

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:26 WIB

4 Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Disiplin, Ini Perkaranya

4 Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Disiplin, Ini Perkaranya

Sumut | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:25 WIB

Publisher Game Indonesia Siap Bawa TypeCaster dan Irradiant Skies ke Pasar Global

Publisher Game Indonesia Siap Bawa TypeCaster dan Irradiant Skies ke Pasar Global

Tekno | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:25 WIB

SDN Tebet Barat 08 Pagi Terapkan Belajar Daring Usai Tembok Kantin Ambruk Terkikis Air

SDN Tebet Barat 08 Pagi Terapkan Belajar Daring Usai Tembok Kantin Ambruk Terkikis Air

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:24 WIB

Peneliti Soroti Keberadaan DPN dan Potensi Dominasi Kemenhan, Ini Bahayanya

Peneliti Soroti Keberadaan DPN dan Potensi Dominasi Kemenhan, Ini Bahayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:24 WIB

Arya Saloka Terang-terangan Goda Yasmin Napper di Medsos, Warganet Auto Heboh

Arya Saloka Terang-terangan Goda Yasmin Napper di Medsos, Warganet Auto Heboh

Entertainment | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:24 WIB

Project Freedom Trump Dikecam Iran, Disebut Hanya Bikin Timur Tengah Meledak

Project Freedom Trump Dikecam Iran, Disebut Hanya Bikin Timur Tengah Meledak

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:22 WIB