SuaraCianjur.id - Krishna Murti, kini mendapat promosi. Dirinya dipercaya mengemban tugas sebagai Kadiv Hubinter Polri.
Dengan jabatan itu, Krisnha Murti pun otomatis mendapat bintang tambaha di pundaknya yang sebelumnya berpangkat Brigadir Jendral polisi, kini menjadi Inspektur Jendral Polisi.
Krisnha Murti yang merupakan alumni Akademi Polisi tahun 1991 itu sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Misi Internasional (Karomisinter) di Divisi Hubinter Polri.
Selain prestasinya ternyata Krisnha Murti juga pernah tersandung kasus. Saat ia menjabat Wakapolda Lampung di tahun 2016.
Teman satu angkatan Kapolri Jendral Listyo Sigit ini, tersandung kasus dugaan penganiayaan kepada seorang wanita. Konon, hal itu yang membuat Krisnha Murti dicopot dari jabatannya sebagai Wakapolda.
Pencopotan Krisnha Murti karena tersandung kasus penganiayaan dibantah langsung oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Boy Rafli Amar saat itu.
"Kombes Krishna dimutasi ke Hubinter dalam rangka memperkuat hubungan internasional. Untuk mendukung tugas-tugas Sidang Umum Interpol yang akan dilaksanakan pada November di Bali," kata Boy dikutip dari Antara.
"Tidak ada kaitan kasus karena yang bersangkutan keahliannya di bidang hubungan internasional," tambahnya.
Dikutip dari Suara.com, pada pemberitaan tahun 2016 berjudul Akhirnya, Perempuan yang Dikabarkan Dianiaya Krishna Murti Bicara, dituliskan nama wanita yang diduga sempat berseteru dengan Krisnha Murti bernama Namanya Alice Wara. Dia mengirimkan pesan tertulis kepada wartawan. Melalui tulisan, Alice menjawab berbagai pemberitaan yang sudah terlanjur beredar di media massa dan media sosial.
Baca Juga: KSP : Tahun 2023 Ekonomi Indonesia Tidak Gelap
"Hari ini saya Alice Wara ingin menyampaikan sekaligus mengklarifikasi ke publik terkait berita yang sudah terlanjur beredar di luar (media dan sosmed) bahwa bapak Krishna Murti melakukan penganiaayaan terhadap perempuan yang di dalamnya memuat foto-foto saya. Sekaligus video anak saya bersama bapak Krishna Murti," kata Alice dalam pesan tertulis yang diterima Suara.com.
Alice saat bertemu Krisnha Murti tengah berkonsultasi atas apa yang menimpanya. Dirinya mengenal Krishna Murti saat masih menjabat Direskrimum Polda Metro Jaya.
Ia mengaku kepada Krisnha Murti tengah mendapat teror dari permasalahan pribadinya. Alice kemudian menceritakan kenapa dia menemui Krishna Murti di Polda Metro Jaya. Alice mengaku selalu mengikuti Facebook Krishna Murti dan dia percaya dengannya.
Dalam pertemuan kala itu, Alice mengatakan menceritakan masalah teror yang menimpanya. Krishna Murti, katanya, kemudian meminta Alice membuat laporan resmi.
"Dalam pertemuan pertama saya mempertimbangkan ulang untuk buat laporan polisi. Pertemuan kedua, saya meminta lagi Pak Krishna tentang masalah saya, dan Pak Krishna bersedia membantu untuk memantau saya," katanya.
Selanjutnya pertemuan ketiga di Aston, saat itu Alice sengaja mengadakan pertemuan di sana karena kebetulan Krishna Murti sedang ada pertemuan dengan seluruh anggota reserse di sana. Saat berada di Aston, Alice mengaku sendiri.
"Saat itu saya sekali lagi menyatakan bahwa teror masih ada, salah satunya rumah saya di congkel orang," kata dia.
"Kesalahan saya terbesar adalah saya merekam satu video tanpa sepengetahuan Pak Krishna, ini tidak lain hanya sebagai bentuk kebanggaan saya melihat seorang seperti Bapak Krishna mau bermain dengan anak saya," katanya.
Alice menegaskan bahwa rekaman dan foto yang dibuatnya bukan untuk memeras Krishna Murti atau untuk niat jahat apapun.
"Sekarang foto anak saya dengan Pak Krishna menyebar di medsos dan terjadi opini publik bahwa anak dalam foto itu anak saya dan luka-luka wajah saya yang saya upload di Fb saya seolah-olah berkaitan dengan Pak Krishna," Alice menambahkan.
Alice meminta maaf kepada Krishna dan keluarga atas peristiwa itu. (*)
Sumber : SuaraDenpasar.com
Artikel ini telah tayang di SuaraDenpasar.com berjudul: Profil Singkat Krishna Murti, Sempat Dicopot sebagai Wakapolda Lampung hingga Seretnya Karier