Dirinya membela kalau budaya dan tradisi tidak boleh mendapatkan cercaan atau hinaan, termasuk dimanfaatkan oleh para politikus dan selebritis sebagai jalan mencari popularitas atau mendapatkan perhatian.
“Semua budaya dan tradisi memiliki karakteristik uniknya masing-masing, tidak boleh sembarangan dihina, atau dimanfaatkan oleh politisi dan selebritas untuk tujuan mencari perhatian,” kata Mahyar Tousi.
Seperti biasa jari-jari netizen yang masih kesal dengan ulahnya turut berkomentar dalam cuitan di Twitternya.
“Ngeles kayak bajaj,” kata akun Shes***
“Udah gak minta maaf, masih mo coba mislead information pake bawa death threads terus masih mo bilang kalo orang British semua ngepost gitu di sosmed. beneran luar biasa nih orang. orang kayak gini yg cocok di gebukkin massa,”kata akun Reindy***. (*)