Teriakan Anak 'Mah Lapar' Hiasi Posko Korban Gempa Cianjur di Desa Mangunkerta, Warga Mulai Mengeluh Sakit

Suara Cianjur

Rabu, 23 November 2022 | 13:08 WIB
Teriakan Anak 'Mah Lapar' Hiasi Posko Korban Gempa Cianjur di Desa Mangunkerta, Warga Mulai Mengeluh Sakit
Foto: Tri Widiyantie

SuaraCianjur.id- Beberapa warga yang ada di posko pengungsian Desa Mangaunkerta, Kecamatan Cugeng, Kabupaten Cianjur sudah mulai merasakan kurang enak badan atau bahkan ada yang sakit ringan. 

Beberapa warga ada yang merasakan sakit maag. Bahkan ada yang sudah mengalami batuk dan flu. Bantuan obat-obatan bagi mereka yang ada di posko pengungsian Desa Mangunkerta sangat dibutuhkan. Terutama kebutuhan logistik. 

“Kalau beberapa warga ada sih yang sudah mulai alami sakit maag karena telat makan, ada yang batuk flu juga karena cuaca sekarang kalau malam itu dingin,” kata warga Cianjur bernama Dika Dzikriawan kepada cianjur.suara.com, Rabu (21/11/2022). 

Beberapa rumah warga masih ada yang utuh, namun mereka enggan tidur di dalam bangunan karena guncangan gempa masih terjadi. Pada hari Selasa (22/11) kemarin, terjadi gempa susulan dan cukup terasa. 

Kecamatan Cugenang adalah salah satu wilayah yang terkenda dampak parah akibat gempa bumi yang terjadi. 

“Warga masih trauma masuk ke rumah karena gempa masih terasa tadi malam juga ada gempa lagi. Makanya mereka memilih tidur di luar. Malam kan dingin jadi sudah ada yang merasakan batuk dan flu,” terangnya. 

Kekurangan bantuan terutama bahan makanan, menjadi salah satu faktor beberapa warga mulai mengeluhkan sakit, terutama penyakit lambung seperti maag. 

“Siang hari kemarin sempat kelaparan karena kekurangan bantuan. Warga yang sakit maag karena telat makan. Kemarin ada juga anak yang teriak-teriak nangis gitu ke mamahnya ‘mah lapar mah lapar’. Saya bawa satu dus indomie buat bantu kebutuhan mereka, ” ungkap Dika. 

“Kemarin memang yang mendistribusikan logistik buat yang terkena dampak gempa sudah dilakukan, tapi belum sampai ke atas karena itu tadi, kekurangan relawan. Tapi sekarang alhamdulillah sementara sudah dapat,” jelasnya menambahkan. 

Jauhnya Jarak Posko Bantuan

Warga Desa Mangunkertayang, Kecamatan Cugenang, terkena dampak Gempa Cianjur mereka mendirikan tenda sebagai tempat tinggal sementara. Beberapa bantuan logistik dibutuhkan mereka saat ini. [Foto: Masnurdiansyah]
Warga Desa Mangunkertayang, Kecamatan Cugenang, terkena dampak Gempa Cianjur mereka mendirikan tenda sebagai tempat tinggal sementara. Beberapa bantuan logistik dibutuhkan mereka saat ini. (sumber: Foto: Masnurdiansyah)

Dika juga mengatakan kalau kebutuhan obat-obatan sudah tersedia di posko bantuan yang ada di wilayah Kota Cianjur.

“Ketersedian obat sebetulnya di posko bantuan lengkap, tapi pendistribusian yang susah karena jaraknya juga jauh. Dan kemarin sempat kekurangan relawan juga kan. Obat-obatan pasti lengkap dari Dinkes Cianjur,” jelas Dika. 

Menurut Dika, pendistribusian logistik seperti kebutuhan makanan dan obat-obatan dilakukan di sore hari. Tapi bisa saja langsung mengambil ke posko bantuan, yang ada di Pendopo Cianjur. 

Hanya saja jarak tempuh yang jauh menjadi kendala, terlebih Desa Mangunkerta terletak di dataran atas. 

“Untuk mengambil bantaun dari Cugenang ke kota jauh sekali, kalau kemarin karena macet bisa sampai lima jam juga, karena kan masih kekurangan relawan. Tapi sekarang sudah ada relawan,” ungkap Dika. 

Warga yang tinggal di Desa Mangunkerta masih membutuhkan tenda pleton sebagai tempat tinggal. Mereka memilih mendirikan posko pengungsian sendiri dekat titik rumahnya karena takut adanya penjarahan atau maling.

Dika mengatakan warga yang menjadi korban gempa Cianjur dan tinggal di posko pengungsian Desa Mangunkerta terdiri dari empat RW. 

Beberapa tenda yang didirikan oleh warga di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Cianjur. [Foto: Masnurdiansyah]
Beberapa tenda yang didirikan oleh warga di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Cianjur. (sumber: Foto: Masnurdiansyah)

“Kalau yang ada di Posko Desa Mangunkerta ini terdiri dari empat RW kurang lebih ada 56 kepala keluarga. Mereka milih tinggal dekat rumah karena takut ada maling jadi memilih stay dekat rumah,” beber Dika. 

Terlebih posko yang didirikan di lapangan Cariu, Kecamatan Cugenang dikabarkan sudah penuh karena menampungg sekitar 300 sampai 500 orang. 

Beberapa bantuan yang dibutuhkan oleh warga Desa Mangunkerta yakni air mineral, sembako, makanan untuk anak, susu anak, popok bayi, dan pembalut. Termasuk air bersih untuk kebutuhan mereka. 

Usai dilanda gempa kata Dika, masih banyak warga yang belum terevakuasi di Desa Sukamulya. Tapi di hari Selasa sore beberapa mobil ambulans dari Kabupaten Garut sudah membantu proses evakuasi. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lesti Kejora Doakan Keluarga yang Jadi Korban Gempa Cianjur

Lesti Kejora Doakan Keluarga yang Jadi Korban Gempa Cianjur

| Selasa, 22 November 2022 | 21:26 WIB

Dengar Tangisan Bayi di Reruntuhan Rumah Korban Gempa, Aksi Heroik Kapolres Cianjur Loncat Gendong Balita

Dengar Tangisan Bayi di Reruntuhan Rumah Korban Gempa, Aksi Heroik Kapolres Cianjur Loncat Gendong Balita

| Selasa, 22 November 2022 | 21:15 WIB

Puluhan Dokter Ortopedi Terjun Bantu Penanganan Medis Korban Gempa Cianjur, Sebagian Dibawa ke RSHS Bandung

Puluhan Dokter Ortopedi Terjun Bantu Penanganan Medis Korban Gempa Cianjur, Sebagian Dibawa ke RSHS Bandung

| Selasa, 22 November 2022 | 16:23 WIB

Terkini

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus

Jakarta | Senin, 01 Juni 2026 | 00:00 WIB

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?

Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?

Jakarta | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:45 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang

Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang

Kalbar | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:28 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin

ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin

Bogor | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:23 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB