SuaraCianjur.id - dr. Zaidul Akbar pernah mengatakan bahwa sebagian besar penyakit itu berasal dari mulut.
Artinya, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa semua makanan yang kita makan akan berpengaruh terhadap kesehatan.
Untuk itu, dr. Zaidul Akbar selalu menganjurkan untuk memperhatikan gizi dan kandungan-kandungan di dalam makanan yang dimakan.
Semakin berubahnya zaman, maka kebiasaan makan juga akan berubah.
Saat ini, banyak sekali makanan cepat saji, tinggi proses, hingga minim gizi yang beredar luas.
Bahan yang perlu dikurangi menurut dr. Zaidul Akbar
![dr. Zaidul Akbar sebutkan bahan makanan yang perlu dikurangi [Freepik]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/11/1-ultra-processed-food.jpg)
Dalam penelitiannya, dr. Zaidul Akbar menemukan bahwa adanya kerusakan di dalam tubuh merupakan akibat dari adanya bahan yang tidak seharusnya masuk.
Bahan-bahan ini biasanya masuk melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Sehingga, dr. Zaidul Akbar menyarankan untuk mengurangi bahan-bahan ini untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat.
"3 bahan ini kalau Anda mulai stop atau kurangi, maka sebenarnya tubuh akan memperbaiki dirinya sendiri ya," ungkap dr. Zaidul Akbar.
Baca Juga: Trending Topik di Twitter, Di Balik Hidup Mewah Nia Ramadhani, Ada Utang Lapindo Rp 1,91 Triliun
Ternyata, dr. Zaidul Akbar mengatakan bahwa bahan pertama yang perlu dihentikan adalah gula.
"Yang pertama adalah gula pasir. Menurut penelitian gula adalah racun. Jika ingin hidup lama, maka Anda harus stop gula," lanjutnya.
Selanjutnya, dr. Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa produk kedua yang harus dihentikan adalah tepung.
"Yang kedua apa? produk berbasiskan tepung," kata dr. Zaidul Akbar.
"Dan yang ketiga, susu sapi dan turunannya. Selanjutnya adalah beras putih," lanjutnya.
Transisi penyakit dijelaskan oleh dr. Zaidul Akbar
![persebaran penyakit menurut dr. Zaidul Akbar [YouTube dr. Zaidul Akbar Official]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/09/1-dr-zaidul-akbar.jpg)
dr. Zaidul Akbar mengatakan bahwa zaman sekarang dan zaman dulu sudah sangat berbeda.