SuaraCianjur.id - Siswa berprestasi kali ini muncul dari sekolah di daerah terpencil di Kabupaten Tasikmalaya, yakni SMK Negeri Karangjaya.
Siswa SMKN Karangjaya, Asep Pamil Sultoni, peraih juara 3 National Young Inventors Award (NYIA) yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bogor, pada 27-30 Oktober 2022.
Perwakilan Kota Tasikmalaya di ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat nasional di Cirebon, pada 19-21 Oktober 2022.
Serta, perwakilan Indonesia di ajang internasional ASEAN-INDIA GRASSROOT INNOVATION FORUM 2022 di Kamboja 19-21 Desember 2022.
Asep berhasil mewujudkan inovasi bernama "Alat Mitigasi Bencana Longsor" yang sudah diakui oleh BRIN, hingga meraih gelar juara tiga di tingkat nasional.
Bahkan, karya Asep "Alat Mitigasi Bencana Longsor" ini terpilih untuk bisa berpartisipasi di tingkat internasional tersebut.
Siswa SMKN Karangjaya Terancam Gagal Ikut Ajang Internasional dan Berharap Adanya Kepedulian Pemerintah

Namun disayangkan, mimpi siswa jurusan Mekatronika SMKN Karangjaya ini untuk mencapai kancah internasional pada 19-21 Desember 2022 terancam pupus.
Pasalnya, Asep mengalami kendala kekurangan biaya untuk bisa berangkat dan berkontribusi membawa nama Indonesia di ajang inovasi teknologi bergengsi tingkat internasional.
Oleh karena itu, Asep berharap adanya kepedulian baik dari pihak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bisa memfasilitasinya bertanding di ajang internasional ASEAN-INDIA GRASSROOT INNOVATION FORUM 2022 di Kamboja 19-21 Desember 2022.
Waktu penyelenggaraan yang semakin dekat ini pula, yang membuat Asep semakin berharap besar pada kepedulian pemerintah terhadap siswa berprestasi yang berpotensi mengharumkan nama Indonesia dan daerahnya ke ajang nasional dan internasional.
"Besar harapan saya mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah sebagai wujud kepedulian terhadap generasi penerus bangsa, yang berprestasi untuk negara kita tercinta," ujar Asep.
Cara Kerja Alat Mitigasi Bencana Longsor Karya Asep Pamil Sultoni

Asep juga menjelaskan cara kerja alat yang telah diciptakan hingga BRIN berani mengakuinya dan menjadikan karyanya ini peraih juara tiga di tingkat Nasional.
1. Mampu mendeteksi kadar air yang berlebihan di dalam tanah.
Berfungsi sebagai peringatan dini terhadap potensi longsor karena kadar air dalam tanah sudah melebihi ambang batas aman.
2. Mampu mengukur nilai kemiringan tanah bertujuan untuk menilai potensi terjadinya longsor berdasarkan kemiringan bukit.
3. Memiliki sensor untuk mendeteksi ketinggian tanah berfungsi untuk mengkomparasikan kondisi penurunan tanah secara tiba-tiba dengan menggunakan data penurunan permukaan tanah terhadap terhadap permukaan air laut (mdpl).(*)
Tonton video menarik lainnya: Mengenal Pangkat Letkol Tituler TNI AD yang Diterima Deddy Corbuzier, Dapat Gaji Tidak?