Pengamat: Pernyataan 'Peras Darah' Kaesang Adalah Mekanisme Proteksi Diri Keluarga Jokowi

Bangun Santoso

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:37 WIB
Pengamat: Pernyataan 'Peras Darah' Kaesang Adalah Mekanisme Proteksi Diri Keluarga Jokowi
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep. (Foto dok. PSI)
baca 10 detik
  • Pengamat Slamet Ginting menafsirkan narasi "peras darah" Kaesang sebagai upaya perlindungan diri keluarga Jokowi dalam politik.
  • PSI kini bertransformasi menjadi kendaraan politik eksklusif keluarga besar Jokowi untuk menjaga relevansi kekuasaan hingga 2029.
  • Slamet Ginting meragukan kekuatan PSI, menyebut dukungan logistiknya setara "peluru hampa" di mata publik.

Suara.com - Istilah "peras darah" yang dilontarkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, dalam rangkaian konsolidasi politiknya baru-baru ini menarik perhatian publik.

Pengamat Politik & Militer Universitas Nasional (UNAS), Slamet Ginting, menilai narasi tersebut merupakan simbol dari upaya perlindungan diri (self-protection) keluarga mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah konstelasi politik yang mulai berubah.

Dalam bincang-bincang di kanal Abraham Samad SPEAK yang diunggah pada Selasa (10/2/2026), mantan Ketua KPK Abraham Samad sempat mempertanyakan makna di balik diksi "peras darah" yang dinilai tidak lazim dalam komunikasi politik Indonesia.

Slamet menjelaskan bahwa dalam teori politik klasik maupun modern, kekuasaan seringkali digunakan sebagai perisai bagi penguasa yang akan atau telah lengser.

"Kekuasaan itu harus dipahami bukan hanya sebagai alat memerintah tapi juga alat untuk mekanisme perlindungan diri. Jadi ini adalah alat perlindungan diri bagi keluarga Jokowi, partai ini. Dia ingin melindungi dirinya," ujar Slamet dikutip pada Selasa (10/2/2026).

PSI Sebagai Rumah Politik Keluarga

Slamet menegaskan bahwa status PSI saat ini bukan lagi sekadar partai anak muda biasa, melainkan telah bertransformasi menjadi kendaraan politik eksklusif bagi keluarga besar Jokowi.

Hal ini dilakukan untuk menjaga relevansi politik dan akses terhadap kekuasaan di masa depan, terutama menuju tahun 2029.

"Menurut saya lapisan ideologisnya dia ingin membentuk rumah baru politik bagi keluarganya dan juga bagi jaringan pendukungnya, karena ini sebenarnya harus dibaca adalah ini adalah partai keluarga besar Jokowi. PSI ya, harus dibaca seperti itu," ucap Slamet.

baca juga

Analogi 'Peluru Hampa'

Meskipun Jokowi memberikan dukungan total dan PSI gencar melakukan pamer kekuatan melalui baliho serta acara-acara besar, Slamet Ginting meragukan efektivitas "amunisi" partai tersebut.

Ia menyoroti kegagalan PSI menembus parlemen dalam dua pemilu terakhir sebagai bukti bahwa kekuatan logistik dan dukungan figur belum tentu berbanding lurus dengan perolehan suara.

Slamet menggunakan analogi senjata untuk menggambarkan kondisi PSI saat ini.

"Peluru yang dimiliki oleh PSI itu, kira-kira kalau senjata ya peluru hampa, bukan peluru tajam kira-kira gitu. Jadi publik juga sudah tidak takut," katanya.

Pudarnya Pengaruh dan Perlawanan Partai Lain

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi Viral! Ini Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor

Lagi Viral! Ini Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 17:52 WIB

Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:39 WIB

Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu

Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:34 WIB

Diperiksa Kamis Lusa, Kubu Roy Suryo Cs Siapkan Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Ahli Meringankan

Diperiksa Kamis Lusa, Kubu Roy Suryo Cs Siapkan Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Ahli Meringankan

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 12:31 WIB

Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi

Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 12:17 WIB

Fraksi PSI Kritik Pemprov DKI: Subsidi Pangan Sulit Diakses, Stunting Masih Tinggi

Fraksi PSI Kritik Pemprov DKI: Subsidi Pangan Sulit Diakses, Stunting Masih Tinggi

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 08:59 WIB

Ini dia Penampakan Salinan Ijazah Jokowi Telegalisir dari KPU

Ini dia Penampakan Salinan Ijazah Jokowi Telegalisir dari KPU

Foto | Senin, 09 Februari 2026 | 18:43 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×