Aji Febrianto mengatakan sebelumnya,kalau tes poligraf terhadap Ferdy Sambo cs memiliki akurasi 93 persen.
Aji mengatakan setidaknya ada tiga tahapan pemeriksaan yakni pre test, test, dan post test.
Para terdakwan kala itu dipasang alat-alat dengan empat sensor seperti sensor pernapasan dada, pernapasan perut, elektro derma, dan sensor radiovaskular.
Aji juga mengatakan kalau pemeriksaan terhadap para terdakwa adalah orang yang harus ahli di bidang poligraf, sehingga, tingkat akurasi dari tes poligraf semakin tinggi hasilnya.
Dari hasil skor poligraf itu disebutkan hanya Bripka Ricky dan Bharada E yang jujur.
![Bharada E alias Richard Eliezer dan Bripka Ricky Rizal dalam persidangan. Bripka Ricky membantah keterangan Bharada E yang menyebut Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J. [Foto: Suara.com / ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/14/1-richard-eliezer-bharada-e-dan-ricky-rizal-bharada-e.jpg)
"Bapak Ferdy Sambo nilai totalnya -8, Putri -25, Kuat Maruf dua kali pemeriksaan yang pertama hasilnya +9 dan kedua -13.Ricky dua kali juga pertama +11, kedua +19, Richard +13," beber Aji.
Menurut kalau skor plus menunjukkan hasil jujur, maka minus menandankan kalau terperiksa berbohong. Dan dari hasil catatan pemeriksaan tersebut, kalau Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Kuat Maruf berbohong. (*)
Sumber: Suara.com