Kenapa Suporter Sepak Bola Kerap Melakukan Tindakan Anarkis? Begini Penjelasannya

Suara Cianjur

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:24 WIB
Kenapa Suporter Sepak Bola Kerap Melakukan Tindakan Anarkis? Begini Penjelasannya
Ilustrasi suporter yang sedang mendukung timnya (Suara/Alfian Winanto)

SuaraCianjur.idSepak bola Indonesia memang selalu dirundung masalah. Selain masalah pengelolaan liga yang buruk dan pengaturan skor, sepak bola Indonesia seringkali dihadapkan dengan masalah anarkisme suporter.

Dalam seminggu terakhir, sepak bola Indonesia diramaikan dengan kasus penyerangan suporter terhadap tim tamu. Kasus pertama terjadi di Sleman setelah oknum suporter PSS Sleman mencoba menyerang dan merusak bus dari tim tamu Arema Malang.

Sedangkan kasus kedua baru saja terjadi hari kemarin, Sabtu (28/1/2023) yang mana tim tamu Persis Solo diserang oleh oknum suporter tuan rumah Persita Tangerang setelah pertandingan.

Kasus anarkisme suporter seolah menjadi masalah yang lumrah, bahkan tidak sedikit kerugian yang hasilnya baik secara materil, moril, hingga hilangnya nyawa.

Namun, kenapa suporter kerapkali bertindak anarkis? Apa penyebannya?

Menurut pakar psikologi UGM, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., yang dilansir dari ugm.ac.id, tindakan anarkis maupun vandalisme yang dilakukan oleh oknum suporter dikarenakan adanya pengaruh dari jiwa massa.

Jiwa massa ini dalam arti seseorang atau individu akan bersikap berbeda saat berada di tengah massa atau gerombolan. Ketika berada di tengah massa akan mendorong munculnya perilaku atau tindakan yang tidak akan dilakukan saat sedang sendiri.

Hal ini pun akan semakin ditunjang dengan adanya atribut yang menandakan bahwa seseorang adalah bagian dari suatu identitas. Faktor ini yang menjadi penyebab seseorang berani untuk melakukan tindakan diluar norma seperti penyerangan, kekerasan, bahkan pembunuhan. Kondisi ini berlaku bukan hanya untuk suporter sepak bola, tapi juga untuk massa aksi demo dan geng motor. 

Dalam rangka mencegah tindakan anarkisme dan vandalisme tersebut, dibutuhkan adanya upya pengendalian massa. Dalam sepak bola, hal ini bisa dilakukan dengan cara mengatur kepulangan suporter menjadi beberapa sesi. 

baca juga

Selain itu, yang perlu menjadi perhatian adalah adanya provokator yang selalu memanas-manasi massa. Maka dari itu, pihak pengamanan pertandingan harus cermat melihat siapa yang berpotensi menjadi aktor kericuhan atau penyerangan suporter. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Liga 1 Semakin Seram, Bus Persis Solo Diserang Oknum Suporter Persita

Liga 1 Semakin Seram, Bus Persis Solo Diserang Oknum Suporter Persita

Cianjur | Minggu, 29 Januari 2023 | 07:50 WIB

Pemain Persipura Jayapura Disarankan Bermain Untuk Klub Luar Negeri: Kaya Iklan Sepak Bola

Pemain Persipura Jayapura Disarankan Bermain Untuk Klub Luar Negeri: Kaya Iklan Sepak Bola

Sulsel | Minggu, 29 Januari 2023 | 04:50 WIB

Polisi Tangkap Oknum Suporter Persita Terduga Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Persis Solo

Polisi Tangkap Oknum Suporter Persita Terduga Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Persis Solo

News | Sabtu, 28 Januari 2023 | 23:21 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×