SuaraCianjur.id – Sekitar dua hari terkakhir, Biduran menjadi trending topik di Twitter. Terdapat beberapa netizen yang membuat cuitan tentang biduran, baik dari aspek edukasinya, gejalanya, hingga obat penangkalnya.
“Nangis rasanya bulan kemaren kena biduran, ga kuat gatalnya,” cuit nunajjeon dalam akun twitternya.
Namun, apa sebenarnya biduran? Berikut penjelasannya.
Biduran atau urtikaria adalah kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah dan gatal yang terasa seperti luka bakar. Gejala ini dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk reaksi alergi terhadap makanan atau obat-obatan, gigitan serangga, stres, cuaca dingin atau panas, dan banyak lagi.
Gejala Biduran
Terkait dengan gejala biduran dapat bervariasi dari ringan hingga parah dan dapat mempengaruhi bagian tubuh mana saja. Tanda-tanda dan gejala yang umum dari biduran meliputi:
1. Bintik-bintik merah pada kulit yang muncul tiba-tiba
2. Gatal-gatal yang hebat
3. Pembengkakan pada area yang terkena, seperti bibir, kelopak mata, dan tangan
4. Rasa terbakar pada kulit
5. Sensasi kesemutan pada kulit
6. Solusi Mengatasi Biduran
Meskipun biduran dapat sangat mengganggu, namun gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat membantu mengatasi biduran:
1. Obat antihistamin: Obat antihistamin, seperti loratadine atau cetirizine, dapat membantu mengurangi gejala biduran. Obat ini dapat membantu menghilangkan gatal dan mencegah munculnya bintik-bintik baru pada kulit. Namun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil obat-obatan, terutama jika Anda mengalami gejala yang parah.
2. Kompres dingin: Kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa gatal dan pembengkakan pada kulit. Tempatkan handuk yang dibasahi dengan air dingin pada area yang terkena selama 10-15 menit.
3. Hindari pemicu: Jika Anda mengetahui pemicu biduran, seperti makanan tertentu atau obat-obatan, hindarilah untuk menghindari timbulnya biduran. Jika tidak yakin pemicunya, sebaiknya mencoba mencatat dan melacak pola yang menyebabkan biduran.
4. Menghindari stres: Stres dapat memperburuk gejala biduran, sehingga hindari situasi yang dapat menimbulkan stres dan cobalah teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi.
5. Perhatikan pola makan: Pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu mengurangi risiko munculnya biduran. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk dan strawberry, dapat membantu mengurangi peradangan pada kulit.
Menurut dr. Kresna D. Wibowo, Sp.KK, seorang ahli kulit, "Biduran dapat terjadi pada siapa saja, dan dapat diobati dengan obat antihistamin dan penghindaran pemicu. Namun, jika gejalanya parah atau terjadi dengan frekuensi yang tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. (*)