SuaraCIanjur.id - Kini perselisihan di dalam tubuh internal dari SM Entertainment kian berlanjut. Sekarang perhatian banyak tertuju pada, siapakah diantara HYBE dan Kakao yang akan menjadi pemegang saham terbesar di SM Entertainment.
Baru-baru ini, SM Entertainment membagikan sebuah video yang menjelaskan mengapa manajemen yang sekarang melawan tindak ambil alih agresf dari HYBE.
Jang Cheol Hyuk CEO dari SM Entertaineent menjelaskan bahwa, HYBE ingin mengincar 40% saham untuk mengambil alih hak manajemen perusahaan.
SM Entertainmen menuduh bahwa HYBE mencoba untuk mengancam SM dengan sebuah tindak ambil alih yang agresif tanpa berkonsultasi dengan dewan eksekutif perusahaan.
Dengan perselisihan yang masih terus berlanjut, para penggemar K-pop melihat kembali kepada salah satu perusahaan yang HYBE pernah ambil alih, beserta dengan girl group yang terdampak karenanya.
GFriend adalah grup yang bernaung dibawah label Source Music, dimana pada akhirnya diambil alih oleh HYBE, dan meraih banyak perhatian karena konsep mereka yang polos dan menyenangkan.
Setelah HYBE mengambil alih Source Music, tim produser HYBE kemudian mengambil alih kegiatan promosi dari GFriend. Dari produksi musik dan perencanaan konsep, semuanya HYBE yang pimpin, sebagai hasilnya GFriend sukses melakukan comeback dengan konsep yang sepenuhnya berbeda.
Ketika banyak penggemar yang menyukai perubahan yang terjadi, tetapi ada juga beberapa yang kecewa dan merasa grup yang diambil alih oleh HYBE kehilangan warna, serta ciri khasnya.
"Kupikir GFriend adalah satu-satunya grup dimana HYBE banyak turut cmpur di dalamnya," kata salah satu penggemar, dikutip cianjur.suara.com dari laman allkpop, Selasa (21/2/2023).
"Aku sangat menyukai konsep mereka saat lakukan comeback, tapi aku merasa sedikit kecewa bagaimana GFriend dapat kehilangan konsep polos mereka," ujar penggemar yang lain.
"Kupikir GFriend menjadi seperti girl group lainnya. Mereka kehilangan warna uniik mereka setelah diambil alih oleh HYBE," ungkap penggemar lainnya.
Sumber: allkpop.com